Poin Penting
- Outstanding gadai emas BSI tembus Rp13 triliun, naik 100 persen dibandingkan tahun lalu
- Transaksi gadai emas BSI mencapai 120 ribu per bulan, didominasi nasabah ibu rumah tangga
- BSI terus memperkuat ekosistem emas untuk mendorong investasi dan akses likuiditas masyarakat
Jakarta – Outstanding layanan gadai emas PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI dalam enam bulan terakhir mencapai Rp13 triliun atau melesat 100 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan aset emas sebagai sumber likuiditas tanpa harus menjual kepemilikan emas yang dimiliki.
Data BSI menunjukkan bahwa, mayoritas nasabah gadai emas utamanya adalah ibu rumah tangga, yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan termasuk biaya pendidikan anak.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan bahwa, meningkatnya minat masyarakat terhadap gadai emas menjadi bukti bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi dan lindung nilai, tetapi juga sebagai alternatif solusi keuangan terhadap kebutuhan dana.
Baca juga: Kantongi Lampu Hijau dari SAMA, BSI Siap Buka Cabang di Arab Saudi
“Ekosistem ini kami hadirkan agar masyarakat dapat mengoptimalkan manfaat kepemilikan emas. Mulai dari memiliki emas melalui cicilan hingga saat ada kondisi membutuhkan dana tunai tanpa harus menjual asetnya. Emas memiliki nilai intrinsik yang kuat dan terbukti mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang,” ucap Anton dalam keterangan resmi dikutip, 25 Juni 2026.
Selama semester I 2026, transaksi gadai emas di BSI terus menunjukkan tren positif dengan rata-rata transaksi mencapai 120 ribu transaksi per bulan.
Menurut Anton, penguatan layanan gadai emas merupakan bagian dari strategi BSI dalam memperkuat ekosistem emas nasional secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
“Kami siap menjadikan ekosistem emas BSI semakin kompetitif. Karena itu, kami terus membangun rantai layanan emas dari hulu hingga hilir agar tercipta closed-loop ecosystem yang kuat,” imbuhnya.
Baca juga: Pembiayaan Produktif BSI Tumbuh 13,67 Persen, UMKM Tetap jadi Andalan
BSI meyakini penguatan ekosistem emas akan semakin meningkatkan literasi masyarakat terhadap manfaat emas sebagai instrumen investasi, perlindungan nilai aset, sekaligus sumber likuiditas yang mudah diakses saat dibutuhkan.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengelola keuangannya secara lebih bijak dan berkelanjutan, sementara kepemilikan aset emas tetap terjaga untuk tujuan jangka panjang. (*)
Editor: Galih Pratama


