Perbankan

Fungsi Intermediasi Tumbuh Solid, Bank Jatim Raup Laba Rp703,19 M di Semester I 2025

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan laba bersih (bank only) sebesar Rp703,19 miliar. Laba BPD terbesar kedua di Tanah Air itu mengalami peningkatan 13,26 persen year on year (yoy), dibandingkan Rp620,87 miliar di periode sama tahun lalu.

Kenaikan laba perseroan disokong fungsi intermediasi yang tumbuh solid. Meski kondisi ekonomi nasional dan regional masih menantang, mesin bisnis Bank Jatim bisa dipacu kencang sepanjang paruh pertama 2025. Penyaluran kredit Bank Jatim (bank only) tembus Rp67,31 triliun atau meningkat 15,91 persen secara tahunan.

Dari penyaluran kredit itu, Bank Jatim meraup pendapatan bunga sebesar Rp4,17 triliun, atau meningkat 10,32 persen dibandingkan Rp3,78 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Dengan beban bunga yang hanya tumbuh tipis 0,82 persen, atau menjadi Rp1,23 triliun, pendapatan bunga bersih bank ini tercatat mencapai Rp1,94 triliun. Angka itu meningkat 14,39 persen secara tahunan.

Baca juga: Ditopang Faktor Ini, Laba Bank Banten Melonjak 76,97 Persen Jadi Rp6,30 M di Juni 2025

Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman mengatakan, pertumbuhan kredit yang dibukukan perseroan mencerminkan adanya permintaan barang dan jasa di masyarakat.

“Memang tidak dipungkiri akses pembiayaan terhadap pelaku usaha harus dibuka selebar-lebarnya agar dapat menciptakan lapangan usaha dan pekerjaan baru, sehingga ekonomi dapat berputar dan tumbuh,” ujar Arif, dikutip, Kamis, 31 Juli 2025.

Ia melanjutkan, ada sejumlah faktor yang membuat Bank Jatim menorehkan raihan positif. Pertama, memfokuskan kembali kinerja kualitas aset. Perseroan memperbaiki struktur aset dan liabilities dengan penyaluran kredit yang lebih selektif, penyelesaian pinjaman yang optimal termasuk pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang sustainable.

Kedua, mengintegrasikan seluruh elemen bisnis, termasuk pemerintah daerah, UMKM, dan masyarakat ke dalam ekosistem digital yang terkait dan berkelanjutan. Ketiga, penerbitan obligasi yang merupakan aksi korporasi untuk mendukung ekspansi bisnis dan mengantisipasi pengetatan likuiditas.

Ketiga strategi itu menjadi bagian rencana strategis perseroan mewujudkan ambisi menjadi BPD nomor satu di Indonesia.

Baca juga: Laba Bank Kalteng Naik 6,4 Persen Jadi Rp204,47 Miliar di Juni 2025

Saat ini, Bank Jatim masih menempati posisi kedua terbesar BPD dengan total aset konsolidasi sebesar Rp118,16 triliun per Juni 2025.

Arif menambahkan, perseroan juga sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tantangan di semester II 2025. Di antaranya dengan tetap berorientasi pada pertumbuhan yang fokus pada kualitas, meningkatkan efisiensi, dan menggali potensi pendapatan baru.

”Kami akan terus bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

8 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

8 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

8 hours ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

14 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

14 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

14 hours ago