Jakarta–Tindak kejahatan perbankan atau fraud perbankan menjadi perhatian khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang cukup banyak dijalankan dengan kurang baik.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Nelson Tampubolon mengatakan, jumlah BPR di Indonesia memang sangat banyak mencapai 1.800 bank dibanding dengan bank umum yang cuma 118. Kemudian lokasi BPR yang tersebar dan tak jarang di pelosok daerah membuat peluang mereka melakukan fraud terbuka. (Baca juga: Modus Fraud di BPR Makin Berkembang)
“Jadi lokasi jauh dengan lokasi pengawas kita. Bisa dibilang pengawas bank umum ini karena ukurannya lebih besar bank umum kita lebih tingkat intensitas pengawasan ini lebih tinggi bank umum,” ujarnya di Jakarta, Senin, 14 November 2016. (Selanjutnya : 80% penutupan BPR adalah karena fraud)
Page: 1 2
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan daftar tarif dasar dan bea… Read More
Jakarta - Pemerintah Indonesia segera menyiapkan langkah strategis untuk merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan… Read More
Jakarta – Kadin Indonesia meminta pemerintah untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), usai Donald Trump… Read More
Jakarta – Pengenaan tarif impor sebesar 32 persen dari Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia menjadi… Read More
Jakarta – Bank DKI memberikan penjelasan terkait kendala trandaksi yang dialami nasabahnya. Dalam keterangan tertulisnya,… Read More
Jakarta – Usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal pada Rabu (2/4)… Read More