Sementara untuk BPR, karena ukurannya lebih kecil dibanding bank umum pemeriksaannya dilakukan sekali setahun. Sehingga pengawasan tidak seintensif pengawasan bank umum. “Fraud di perbankan banyak terjadi di BPR. 80% penutupan BPR adalah karena fraud,” tukasnya. (Baca juga: Tanpa GCG, Banyak BPR Lakukan Fraud)
Namun demikian, Nelson optimis bahwa tindak pidana perbankan atau fraud akan menurun karena pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi yang dinilai menjadi kunci keberhasilan menekan fraud perbankan.
“Karena peran pengawas ini penting. Semakin ditingkatkan kualitas dan intensitas pengawasan semakin pelaku fraud ini lebih bisa mengendalikan diri. Jadi makin takut temuan itu bisa dilakukan pengawas lebih cepat,” tuturnya. (*)
(Baca juga: OJK Rilis Buku Pahami dan Hindari Fraud Perbankan)
Page: 1 2
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More
Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More
Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More
Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More
Poin Penting Kemenkop dan BPJS Kesehatan teken MoU untuk perluas layanan kesehatan di desa. Kopdes… Read More