Sementara untuk BPR, karena ukurannya lebih kecil dibanding bank umum pemeriksaannya dilakukan sekali setahun. Sehingga pengawasan tidak seintensif pengawasan bank umum. “Fraud di perbankan banyak terjadi di BPR. 80% penutupan BPR adalah karena fraud,” tukasnya. (Baca juga: Tanpa GCG, Banyak BPR Lakukan Fraud)
Namun demikian, Nelson optimis bahwa tindak pidana perbankan atau fraud akan menurun karena pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi yang dinilai menjadi kunci keberhasilan menekan fraud perbankan.
“Karena peran pengawas ini penting. Semakin ditingkatkan kualitas dan intensitas pengawasan semakin pelaku fraud ini lebih bisa mengendalikan diri. Jadi makin takut temuan itu bisa dilakukan pengawas lebih cepat,” tuturnya. (*)
(Baca juga: OJK Rilis Buku Pahami dan Hindari Fraud Perbankan)
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More