Fondasi Bisnis Semakin Kuat, Bluebird Catat Pendapatan Rp5,7 Triliun di 2025

Fondasi Bisnis Semakin Kuat, Bluebird Catat Pendapatan Rp5,7 Triliun di 2025

Poin Penting

  • PT Blue Bird Tbk mencatat pendapatan Rp5,7 triliun pada 2025, tumbuh 13,2% YoY dengan laba bersih Rp643,4 miliar.
  • Pertumbuhan didorong ekspansi armada hingga 26.000 unit, penguatan layanan digital, serta kontribusi aplikasi MyBluebird yang mencapai 40% transaksi.
  • Bluebird menyiapkan strategi 2026 dengan fokus ekspansi, layanan multimoda, dan penguatan ekosistem digital untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Jakarta – PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatat kinerja keuangan tertinggi sejak disrupsi teknologi pada 2025. Perseroan membukukan pendapatan Rp5,7 triliun atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan ini ditopang kinerja solid di seluruh lini bisnis, baik taksi maupun nontaksi, yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan.

Dari sisi profitabilitas, perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp1,34 triliun dan laba bersih Rp643,4 miliar, keduanya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini menunjukkan kemampuan perseroan beradaptasi sekaligus melampaui capaian sebelum era ride-hailing.

Baca juga: Usai Blusukan, Prabowo Perintahkan Bangun Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menyampaikan, pencapaian ini
mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan
armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital.

“Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan Mobility-as-a-Service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 April 2026.

Ekspansi Armada dan Penguatan Digital

Andre melanjutkan, sepanjang 2025, Bluebird menambah sekitar 1.800 armada sehingga totalnya mencapai lebih dari 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik.

Ekspansi juga dilakukan melalui peningkatan jumlah pool menjadi 58 lokasi serta lebih dari 1.300 titik pangkalan di berbagai kota.

Baca juga: Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Transaksi Digital Ikut Terdongkrak

Dari sisi digital, bebernya, aplikasi MyBluebird mencatat pertumbuhan pengguna lebih dari 30 persen. Kontribusi pemesanan melalui aplikasi mencapai sekitar 40 persen dari total transaksi.

Selain itu, fitur Fixed Price mengalami peningkatan penggunaan hingga dua kali lipat, mencerminkan preferensi pelanggan terhadap kepastian tarif.

Dorong Keberlanjutan dan ESG

Andre menyampaikan, Bluebird terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui penambahan armada kendaraan listrik di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Di sisi sosial, program seperti Kartini Bluebird, Beasiswa Bluebird Peduli, hingga program umrah telah menjangkau lebih dari 70.000 penerima manfaat.

Perseroan, katanya, juga konsisten masuk dalam indeks ESGQ 45 IDX KEHATI dan ESG SL IDX KEHATI sebagai bentuk pengakuan atas penerapan prinsip ESG.

Strategi Akselerasi 2026

Andre menuturkan, memasuki 2026, Bluebird mengusung strategi “Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat” untuk merespons dinamika industri.

Fokus utama meliputi ekspansi ke kota strategis, penguatan ekosistem layanan, serta pengembangan model bisnis yang lebih fleksibel tanpa mengandalkan kompetisi harga.

Perusahaan, tuturnya, juga akan mengoptimalkan kanal distribusi digital dan kemitraan guna menciptakan permintaan baru, dengan tetap mengedepankan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi. Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimis terus hadir sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat,” tutup Andre. (*)

Related Posts

News Update

Netizen +62