Jakarta — PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Muamalat) tetap yakin pada kekuatannya untuk menggarap segmen nasabah Muslim dengan melakukan kampanye Ayo Hijrah. Bank syariah pertama di Tanah Air ini mengklaim masih menjadi pilihan pertama masyarakat untuk menjalankan ibadah Haji dan umroh.
“Siapapun investor pasti melihat kekuatan Muamalat adalah di Islamic segment. Pendaftaran haji ke bank muamalat 110 ribu per Tahun, (pangsa pasar) haji plus 49 persen. Makanya kami endorse masyarakat yang hendak hijrah,” tutur CEO Muamalat, Achmad K Permana di Jakarta, Senin (8/10).
Menurutnya, hijrah punya makna yang luas tidak hanya terkait dengan beribadah, tapi juga dalam hal pengelolaan Keuangan. Mulai hari ini, Bank Muamalat mengajak masyarakat until berhijrah melalui Kampanye Ayo Hijrah.
Permana menambahkan, peluang bank syariah untuk tumbuh masih amat besar. Salah satu indikatornya adalah mayoritas penduduk Indonesia yang beragama lain, sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia juga cukup baik.
“(Lewat kampanye dan redefining) Lebih nenekankan, karena di segmen itu Miamalat sangat kuat. (Ke depan) Lebih fokus ke segmen itu,” kata Permana.
Kampanye Ayo Hijrah yang dilakukan Bank Muamalat, sambungnya, dilandasi oleh cita-cita Perseroan yang ingin menjadi pusat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Perseroan ingin turut membangun industri halal di dalam negeri yang diselaraskan dengan perkemban teknologi digital. “Mobile banking Muamalat telah berkali-kali memeroleh penghargaan dari lembaga independen,” ia menyontohkan. (*)
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More