Jakarta–Fitch Ratings Indonesia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global di 2017 akan lebih baik dibandingkan dengan 2016. Pertumbuhan ekonomi 2017 diproyeksi sebesar 2,9% lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2016 yang diperkirakan berkisar 2,5%.
Sedangkan untuk negara berkembang, termasuk Indonesia, Fitch menetapkan outlook negatif terutama karena ancaman peningkatan proteksionisme perdagangan dan dolar AS yang lebih kuat, yang dianggap memberikan tekanan terhadap kinerja makroekonomi dan juga peringkat.
(Baca juga : Economic Outlook 2017)
“Fitch mengemukakan bahwa kemenangan Donald Trump meningkatkan ketidakpastian atas kebijakan AS di masa depan yang menimbulkan konsekuensi global,” ujar Presiden Direktur PT Fitch Ratings Indonesia, Indra Kampono, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, 2 Desember 2016.
Dia menilai, perubahan signifikan atas kebijakan perdagangan AS seperti yang didengungkan selama masa kampanye Trump akan memberikan dampak besar bagi perekonomian negara-negara Asia. Respons kebijakan tersebut akan menjadi kunci untuk sensitivitas outlook pertumbuhan ekonomi.
(Baca juga : Jumlah Kunjungan Wisatawan)
“Saat ini, Fitch memonitor total 114 peringkat sovereign, di mana mayoritas 82 sovereign berada dalam outlook stabil, 25 negatif dan hanya 3 dalam outlook positif,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga




