Jakarta–Calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) menyatakan, ada lim poin penting yang akan diterapkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dalam menuju pembangunan yang berkeadilan.
Menurutnya, dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, OJK sebagai regulator di industri jasa keuangan harus bisa mendorong sinergi baik kepada Kementerian atau Lembaga terkait maupun industrinya untuk bisa memberikan rangsangan dalam pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
Poin pertama, jika dirinya terpilih menjadi Ketua DK OJK, maka pihaknya akan berfokus pada stabilitas sistem keuangan dengan melakukan berbagai upaya yang mendalam disertai dengan monitoring yang kuat terhadap industrinya, sehingga ke depannya tidak terjadai risiko sistemik.
“Kedua, tantangan dinamika sektor jasa keuangan, ini akan memberikan gambaran sejauh mana kebijakan yang perlu diambil ke depan,” ujar Wimboh di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 5 Juni 2017.
Kemudian poin yang ketiga, kata dia, pihaknya akan mempekuat integritas dari sisi pengawasan. Untuk mendukung hal ini, dibutuhkan sinergi kebijakan dengan kebijakan pemerintah agar tersinkron antara kebijakan OJK dengan Pemerintah dalam mengawasi industri keuangan khususnya perbankan yang rawan sistemik. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More
Poin Penting Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026… Read More