“Ini akan kita coba kebijakan sinergi dengan kebijakan pemerintah lainnya biar sinkron bukan hanya OJK tapi juga terhadap kebijakan instansi pemerintah lainnya. terutama fiskal dan moneter serta sektor riil yang dikeluarkan,” ucap Wimboh.
Sementara poin yang keempat, yakni terkait dengan perlindungan konsumen, governance dan transparansi. Ketiga hal ini, masih menjadi tantangan bagi OJK untuk bisa mendorong industri jasa keuangan menerapkan itu. Kondisi ini seiring dengan masih banyaknya masyarakat yang masih belum paham akan lembaga keuangan.
“Harus didukung faktor yang memadai. Di situ masyarakat perlu dipertimbangkan, kalau masyarakat enggak paham bahaya, perlu dijaga biar bisa dipahami, perlindungan konsumen, gonvernance dan transparansi serta mengenai efisiensi. Yang kelima, saran-saran dari mayarakat perlu disampaikan ke kami,” paparnya.
Sebagai informasi, pada hari ini, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) mulai melakukan fit and proper test ke para calon anggota DK OJK. Dijadwalkan fit and proper test akan berlangsung hingga 8 Juni 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More