Jakarta–Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk posisi Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Agusman memaparkan strateginya di depan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam uji kepatutan dan kelahakan (fit and proper test) ia mengungkapkan, ke depan pihaknya akan menguatkan pengawasan perbankan.
“Ke depan saya akan terapkan penguatan dukungan perbankan terhadap perbaikan taraf hidup rakyat, dengan visi menjadi pengawas perbankan yang terpercaya dan berhasil melindungi kepentingan konsumen” jelas Agusman di Kompleks Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa, 6 Juni 2017.
Ia juga mengungkapkan, pihaknya akan melaksanakan pengawasan perbankan berdasarkan prinsip kehati-hatian (prudential supevision). “Dengan melaksanakan pengawasan prudential supervision kita memastikan terlindunginya kepentingan konsumen, terjaganya stabilitas sistem keuangan, serta meningkatnya dukungan perbankan terhadap perbaikan taraf hidup rakyat,” jelas Agusman.
Agusman sendiri saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Surveilans Sistem Keuangan Bank Indonesia (BI).
Tugas utama Agusman dalam menjalani jabatan di BI sebelumnya adalah memberikan rekomendasi kebijakan makroprudensial berdasarkan asesmen, riset, proyeksi dan penelitian yang berkualitas dalam rangka mendorong stabilitas sistem keuangan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More