Kemudahan dan Kecepatan jadi alasan masyarakat memilih pembiayaan Fintech/Ilustrasi
Jakarta — Layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/ fintech) saat ini berkembang dengan pesat sejalan dengan kemajuan teknologi.
Namun sayangnya fintech yang ada saat ini dianggap belum bisa mempersempit gap atau jarak antara masyarakat kelas menengah ke bawah dengan golongan masyarakat kelas atas.
Bahkan Analis Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan Fintech yang model ideal seperti apa belum dirumuskan.
“Di sini peran otoritas dibutuhkan. Namun saat ini regulator sendiri masih terlihat malu-malu karena menganggap risiko di fintech dianggap lebih besar,” kata Bhima di Jakarta, Rabu, 20 September 2017.
Ia pun berharap ke depan fintech dimanfaatkan pemain-pemain lama yang justru melebarkan kesenjangan. Apalagi sejauh ini arah fintech belum jelas. “Diharapkan fintech seperti benar-benar bisa berguna buat masyarakat,” jelasnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More