Teknologi

FDS-PAC Ungkap Strategi Bangun Ketahanan Siber di Sektor Keuangan

Poin Penting

  • Ancaman siber kian kompleks dan tidak sebanding dengan pertahanan industri keuangan, sehingga keamanan kini menjadi faktor penentu keberlangsungan bisnis.
  • FDS-PAC menempatkan ketahanan siber sebagai pusat operasional, menerapkan strategi seperti perlindungan ekosistem, hardening plus fraud management, backup terisolasi, dan awareness berkelanjutan.
  • New Security Guideline dan prinsip TriZero (Zero Trust, Zero Downtime, Zero Wait) diusung sebagai fondasi keamanan, selaras dengan regulasi OJK/BI/UU PDP, serta dikembangkan bersama mitra seperti EY, Acitya, dan Protergo.

Jakarta - Ancaman siber yang kian kompleks menuntut industri keuangan memperkuat fondasi keamanan secara lebih strategis. Direktur Operasional PT Sarana Pactindo (FDS-PAC Group), Deddy Arisanto menegaskan, keamanan kini bukan lagi isu teknis, melainkan faktor penentu keberlangsungan bisnis.

Deddy menjelaskan bahwa peningkatan tensi geopolitik, serangan yang semakin canggih, keterhubungan dengan pihak ketiga, hingga penyalahgunaan AI membuat risiko keamanan semakin sulit dikendalikan.

“Jadi tingginya ancaman [siber] tidak sebanding dengan tingginya pertahanan kita. Ini yang kita wajib khawatir,” ujar Deddy dalam seminar “When Security Becomes the Greatest Risk in Financial Industry” yang digelar Infobank Media Group bersama FDS-PAC Group dan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis, 20 November 2025.

Baca juga: FDS-PAC: Keamanan Siber Tak Cukup Lagi Lindungi Sistem, tapi Ekosistem

Ia menyoroti bahwa skala kerugian akibat tiga jenis serangan terbesar, termasuk ransomware, terus meningkat dari tahun ke tahun. Dampaknya bukan hanya pada institusi, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi ekonomi nasional.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk menyelamatkan ekonomi nasional. Targetnya, kerugian nasional akibat kejahatan siber harus bisa ditekan hingga separuh pada tahun depan,” katanya.

Ketahanan Siber

Sebagai penyedia layanan sistem finansial yang memproses 500 juta transaksi per bulan, FDS-PAC menempatkan ketahanan siber sebagai pusat operasional perusahaan.

Deddy melanjutkan bahwa langkah pertama yang harus dijalankan adalah memahami model ancaman siber terbaru. “Sekarang ini sudah tidak jaman lagi hacker, secara individu, melancarkan serangan langsung ke sistem kayak di film-film Hollywood untuk mencuri data rahasia,” katanya.

“Target bukan sekadar pencurian data, melainkan identitas seperti rekening nasabah dan akses sistem,” lanjutnya menegaskan.

Baca juga: Bos Infobank Ajak Industri Keuangan Gencar Mitigasi Serangan Siber “Tuyul Digital”

Untuk itu, Deddy memaparkan sejumlah strategi keamanan yang mesti diterapkan, antara lain:

  • Perlindungan ekosistem bisnis, bukan hanya sistem internal
  • Hardening yang dibarengi dengan fraud management
  • Backup terisolasi untuk mitigasi ransomware
  • Awareness berkelanjutan.

Page: 1 2

Yulian Saputra

Recent Posts

OJK Ungkap Alasan Banyak Cabut Izin Usaha BPR dan BPRS

Poin Penting OJK mencabut izin BPR/BPRS terutama karena kasus fraud serta lemahnya tata kelola dan… Read More

15 mins ago

IHSG Sesi I Hijau di 9.046, Sempat Cetak ATH Baru

Poin Penting IHSG menguat tipis 0,16% pada sesi I perdagangan Kamis (15/1) ke level 9.046,83… Read More

50 mins ago

Konsumsi Diproyeksi Pulih 2026, Bank Mandiri Ungkap Faktor Pendorongnya

Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More

1 hour ago

OJK Ungkap Perkembangan Spin Off UUS Perusahaan Multifinance

Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More

1 hour ago

Cek Rekening! BRI Cairkan Dividen Interim Rp20,6 Triliun Hari Ini

Poin Penting BRI membagikan dividen interim Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham untuk Tahun… Read More

2 hours ago

Kasus “Sritex” Yuddy Renaldi dan Direksi BPD, Ketika Prosedur Dikriminalisasi, Bankir “Diberangus”

Oleh Tim Infobank KASUS yang menjerat Yuddy Renaldi, Direktur Utama (Dirut) Bank BJB di Pengadilan… Read More

2 hours ago