Direktur Operasional PT Sarana Pactindo (FDS PAC Group), Deddy Arisanto, dalam acara Seminar "When Security Becomes the Greatest Risk in Financial Industry" yang digelar Infobank Media Group bersama FDS PAC Group dan APEI, di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis, 20 November 2025. (Foto: M. Zulfikar)
Poin Penting
Jakarta - Ancaman siber yang kian kompleks menuntut industri keuangan memperkuat fondasi keamanan secara lebih strategis. Direktur Operasional PT Sarana Pactindo (FDS-PAC Group), Deddy Arisanto menegaskan, keamanan kini bukan lagi isu teknis, melainkan faktor penentu keberlangsungan bisnis.
Deddy menjelaskan bahwa peningkatan tensi geopolitik, serangan yang semakin canggih, keterhubungan dengan pihak ketiga, hingga penyalahgunaan AI membuat risiko keamanan semakin sulit dikendalikan.
“Jadi tingginya ancaman [siber] tidak sebanding dengan tingginya pertahanan kita. Ini yang kita wajib khawatir,” ujar Deddy dalam seminar “When Security Becomes the Greatest Risk in Financial Industry” yang digelar Infobank Media Group bersama FDS-PAC Group dan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis, 20 November 2025.
Baca juga: FDS-PAC: Keamanan Siber Tak Cukup Lagi Lindungi Sistem, tapi Ekosistem
Ia menyoroti bahwa skala kerugian akibat tiga jenis serangan terbesar, termasuk ransomware, terus meningkat dari tahun ke tahun. Dampaknya bukan hanya pada institusi, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi ekonomi nasional.
“Ini menjadi tugas kita bersama untuk menyelamatkan ekonomi nasional. Targetnya, kerugian nasional akibat kejahatan siber harus bisa ditekan hingga separuh pada tahun depan,” katanya.
Sebagai penyedia layanan sistem finansial yang memproses 500 juta transaksi per bulan, FDS-PAC menempatkan ketahanan siber sebagai pusat operasional perusahaan.
Deddy melanjutkan bahwa langkah pertama yang harus dijalankan adalah memahami model ancaman siber terbaru. “Sekarang ini sudah tidak jaman lagi hacker, secara individu, melancarkan serangan langsung ke sistem kayak di film-film Hollywood untuk mencuri data rahasia,” katanya.
“Target bukan sekadar pencurian data, melainkan identitas seperti rekening nasabah dan akses sistem,” lanjutnya menegaskan.
Baca juga: Bos Infobank Ajak Industri Keuangan Gencar Mitigasi Serangan Siber “Tuyul Digital”
Untuk itu, Deddy memaparkan sejumlah strategi keamanan yang mesti diterapkan, antara lain:
Page: 1 2
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More