Internasional

Erdogan Tolak Mentah-Mentah Usulan Trump Relokasi Warga Gaza

Jakarta – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan penolakannya terhadap usulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berencana merelokasi warga Palestina dari Gaza.

Menurut Erdogan, usulan tersebut sangat tidak layak untuk dipertimbangkan atau dibahas lebih lanjut.

Erdogan menegaskan bahwa tidak ada kekuatan apa pun yang dapat mengusir warga Gaza dari tanah air mereka.

“Saya ingin menyatakan ini dengan jelas, usul yang diajukan oleh pemerintahan baru AS mengenai Gaza – di bawah tekanan lobi Zionis – tidak layak dipertimbangkan atau dibahas dari sudut pandang kami,” ujar Erdogan kepada wartawan sebelum ia berangkat ke Malaysia, dinukil VOA Indonesia, Senin, 10 Februari 2025.

Baca juga : Donald Trump Disebut Ingin Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia, Ini Kata Kemlu

“Tidak seorang pun memiliki kekuatan untuk mengusir warga Gaza dari tanah air abadi mereka,” tambahnya. 

Pernyataan ini merupakan sikap resmi pertama dari Presiden Turki terkait usulan Trump tersebut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki juga menyebut rencana tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

Penolakan dari Yordania dan Indonesia

Selain Turki, Yordania juga menyatakan penolakan tegas terhadap rencana relokasi ini.

Menteri Luar Negeri Yordania menegaskan bahwa negaranya tidak akan mendukung usulan yang diajukan oleh Amerika Serikat tersebut.

Baca juga : Donald Trump Ungkap Rencana Relokasi Gaza, Kini Sasar Mesir dan Yordania

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menyatakan sikap tegas menolak relokasi warga Gaza ke Indonesia.

MUI: Relokasi adalah Pengusiran Halus

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menjelaskan bahwa relokasi ini sejatinya adalah bentuk pengusiran halus terhadap warga Gaza.

Sudarnoto menambahkan, relokasi ini tidak termasuk dalam poin-poin gencatan senjata antara Israel dan Palestina.

Baca juga: Mengenal Steve Witkoff, ‘Orang Kepercayaan’ Trump dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza

Menurutnya, pemindahan ini justru akan membuka jalan bagi Israel untuk menduduki Gaza tanpa hambatan, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1948.

“Targetnya adalah menguasai Gaza, kemudian pengusiran penduduk. Pengusiran itu persis yang terjadi pada 1948,” pungkas Sudarnoto. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Perjanjian Dagang RI-AS: Era Kecemasan Sistem Pembayaran dari “Ayat-ayat Setan”

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More

1 hour ago

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

6 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

7 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

7 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

9 hours ago