Surabaya–PT Sucorinvest Asset Management meramalkan sektor infrastruktur dan perbankan akan menjadi primadona bagi pertumbuhan saham di Tanah Air tahun 2017.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Investasi Sucorinvest Jemmy Paul Wawointana, dalam diskusi Capital Market Update di Surabaya, Selasa, 14 Maret 2017.
Laju IHSG, menurut Jemmy, yang juga analis keuangan ini bakal didorong oleh laba bersih kedua sektor yang diprediksi bakal tumbuh masing-masing hingga 25 persen.
Menurut Jemmy, emiten perbankan yang bakal menarik perhatian tahun ini yaitu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Kami tertarik pada ketiga bank itu, meskipun ada bank lain misal BRI juga baik. Valuasinya masih sangat murah,” ungkap Jemmy.
Membaiknya sektor komoditas seperti batubara, gas maupun hasil tambang lainnya diyakini jadi alasan yang bakal mendorong sentimen positif terhadap perbankan.
Baca juga: Saham Bank di 2017 Masih Menarik Investor
“Kredit dari ketiga bank ini juga dinilai dapat tumbuh, khususnya untuk sektor komoditas tambang,” tambah Jemmy.
Sementara pada sektor infrastruktur, kian dekatnya tahun politik 2019 dan mengucurnya dana tax amnesty yang telah dikumpulkan akan membuat geliat pembangunan infrastruktur dari berbagai daerah terus tumbuh. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Pembangunan bandara, jembatan dan berbagai infrastruktur penunjang akan digalakkan tahun ini, apalagi mendekati Pemilu 2019 maka presiden berkepentingan selesaikan semuanya,” jelas Jemmy.
Baca juga: Infrastruktur Minim Hambat Arus Investasi Asing
Oleh karena itu, tambah lulusan Ilmu Ekonomi Universitas Klabat, Manado ini, sektor infrastruktur masih akan jadi primadona yang mempengaruhi laju IHSG. Emiten itu seperti dari PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT PP Tbk (PTPP).
“Adhi Karya mulai naik apalagi setelah ada kepastian MRT itu dilanjutkan,” tutup Jemmy. (*) Akhmad Dani




