Hal ini juga sejalan dengan nilai tukar rupiah yang secara year to date telah berhasil menguat 1 persen. Kondisi tersebut, kata Agus, jauh berbeda bila dibandingkan pada rentang tahun 2013-2014, di mana pada waktu itu, nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 21 persen.
Baca juga: Ekonomi Indonesia dalam Tren Membaik
“Sekarang, daya tahan kita lebih kuat. Ekonomi kuat, inflasi ditekan rendah. Bahkan Maret kemarin, ketika AS menaikkan suku bunga, Indonesia tetap sehat,” ucapnya.
Kendati demikian, lanjut dia, BI tetap mewaspadai kondisi perekonomian global yang berpotensi memengaruhi beberapa indikator perekonomian nasional. Meskipun rupiah dalam kondisi stabil, gejolak eksternal tetap menjadi sentimen yang diwaspadai dalam ke depannya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More
Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More
Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,50 persen ke level 8.396,08 pada Senin (23/2/2026), dengan 468 saham… Read More
Poin Penting KPK menyatakan Menag Nasaruddin Umar bebas sanksi pidana karena melaporkan dugaan gratifikasi jet… Read More