Jakarta – Pemerintah bakal menggenjot konsumsi pemerintah di kuartal III dan IV 2024 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di akhir tahun. Hal ini mengingat, konsumsi pemerintah di kuartal II 2024 yang melambat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan di kuartal II 2024 pemerintah memang sedikit mengerem konsumsinya. Sebab, pemerintah ingin menggerakan sektor di luar pemerintahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Di kuartal II kemarin kita tahan sedikit karena tentunya kita akan menggerakan sektor di luar pemerintahan, karena kontribusi pemerintah kan dari segi belanjanya hanya 7 persen dari total PDB kita, sehingga kita mendorong kegiatan-kegiatan lain yang diutamakan,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers, Senin, 5 Agustus 2024.
Baca juga: Airlangga Pamer Ekonomi RI Kuartal II 2024 Lebih Baik dari China dan Korsel
Adapun, di kuartal II 2024 konsumsi pemerintah tumbuh 1,42 persen, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 7,31 persen. Sedangkan, kuartal I 2024, konsumsi pemerintah tumbuh 24,29 persen, dengan kontribusi sebesar 1,43 persen.
“Kita waktu itu ada pembayaran THR, gaji dan juga kita lihat bahwa belanja yang di kuartal I kan digenjot dengan pembagian DIPA di November jadi di April 2024 APBN belanjanya,” imbuhnya.
Meski demikian, untuk kuartal III dan kuartal IV 2024 pemerintah akan melihat faktor apa lagi yang bisa didorong. Namun, utamanya belanja pemerintah yang akan didorong terlebih dahulu.
“Untuk kuartal III dan kuartal IV tentu pemerintah melihat faktor apa lagi yang bisa kita dorong. Namun, salah satu yang pemerintah akan dorong terkait belanja pemerintah. Sehingga belanja pemerintah akan bisa digenjot di kuartal III ini,” pungkasnya.
Baca juga: Maluku dan Papua jadi Wilayah Tertinggi Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II 2024
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2024 tumbuh sebesar 5,05 persen secara tahunan (yoy). Sedangkan, secara kuartal ke kuartal (qtq) mengalami penurunan sebesar 3,79 persen bila dibandingkan dengan kuartal I 2024.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Moh. Edy Mahmud mengatakan, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Indonesia hingga kuartal II 2024 mencapai Rp5.536,5 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) Rp3.231 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More