Minat Investasi, 40 Investor Hongkong Datangi Indonesia
Jakarta–Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta harga komoditas yang lebih tinggi diproyeksikan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2 persen pada tahun ini.
“Perekonomin Indonesia tumbuh hingga 5 persen (5,02%) pada tahun 2016. Kita harap tahun 2017 hingga 2018 ekonomi dapat terus tumbuh, terutama pada tahun ini di angka 5,2 persen,” ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia Rodrigo Chaves di Gedung Energy Building, Jakarta, Rabu, 22 Maret 2017.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartak I Diprediksi BI 4,99%
Namun demikian, Roridgo menjelaskan, ketidakpastian global serta dinamika fiskal juga dapat membawa risiko penurunan pertumbuhan di berbagai negara termasuk Indonesia.
Pada laporan yang dipaparkan pada hari ini juga menggambarkan pondasi ekonomi Indonesia akan tetap kuat pada tahun ini. Dengan tingkat pengangguran dan defisit neraca berjalan masih rendah serta tingkat inliasi mencapai rekor terendah pada 2016. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Bank Muamalat kembali menghadirkan Program Rindu Haji sebagai apresiasi bagi nasabah yang berkomitmen menabung untuk… Read More
Poin Penting Target kredit 2026 sebesar 7–9 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang tumbuh… Read More
Poin Penting DBS Foundation bekerja sama dengan UNICEF menyiapkan program senilai USD 2,7 juta untuk… Read More
Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More
Poin Penting Puradelta Lestari menargetkan prapenjualan senilai Rp2,08 triliun pada 2026, dengan lahan industri sebagai… Read More
Poin Penting Empat alumni LPDP telah mengembalikan dana hingga Rp2 miliar per orang karena tidak… Read More