Moneter dan Fiskal

Ekonomi Global Tak Seburuk yang Dibayangkan, Menkeu Purbaya Beberkan Buktinya

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian global tidak seburuk yang dibayangkan. Ini tercermin dari neraca perdagangan yang masih positif meski terdapat perang tarif dagang.

Purbaya menjelaskan, kinerja neraca perdagangan Indonesia yang positif ditopang oleh nilai ekspor secara akumulatif periode Januari hingga Agustus 2025 mencapai USD185,3 miliar, tumbuh 7,8 persen secara tahunan (yoy).

Sementara nilai impor pada periode tersebut tercatat USD156,3 miliar atau tumbuh 2,3 persen yoy, lebih rendah pertumbuhannya dibandingkan ekspor.

“Jadi ini menggambarkan global ekonominya yang tidak seburuk yang dibayangkan orang dan mesin-mesin ekspor kita siap untuk mengisi kebutuhan ekonomi global,” ujar Purbaya dalam Raker Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan, Rabu, 10 September 2025.

Baca juga: Janji Awal Menkeu Purbaya, Jaga Fiskal Sehat dan Dorong Ekonomi RI

Purbaya menilai, kinerja ekspor dan impor tersebut mencerminkan ekonomi domestik yang aktif, baik dari sisi konsumsi maupun produksi. Termasuk aktivitas impor yang mendukung produksi barang-barang untuk diekspor.

Dari sisi komoditas, ekspor utamanya ditopang oleh produk ondusri pengolahan, antara lain CPO dan turunannya, serta besi dan baja yang tumbuh kuat.

“Kinerja tersebut turut ditopang tarif resiprokal untuk Indonesia sebesar 19 persen. Ini lebih kecil dari banyak negara,” tambahnya.

Baca juga:Purbaya usai Gantikan Sri Mulyani: Menyusun Kebijakan, Kita Tidak Boleh Naif

Di sisi lain, pemerintah tengah berupaya untuk membuka kerja sama untuk pasar ekspor baru, melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan bergabungnya RI ke dalam negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, South Africa). (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

4 hours ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

8 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

12 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

16 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

17 hours ago