Jakarta – Pasar global beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kasus raksasa properti China, Evergrande yang gagal bayar (default) pada utangnya yang saat ini menyentuh US$300 milliar. Menanggapi hal ini, Ekonom Bank UoB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja menyatakan, efek domino Evergrande ke Indonesia diperkirakan akan sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.
“Saat ini utang Evergrande memang besar, kurang lebih US$300 milliar dan sekitar 2% GDP Tiongkok, tetapi sebagian besar, lebih dari 98% nya adalah dalam mata uang lokal. Mungkin dampaknya (ke Indonesia) akan sangat temporer atau tidak ada,” jelas Enrico pada paparan virtual, Jumat, 1 Oktober 2021.
Pasar global, khususnya Indonesia juga tampaknya setuju dengan dampak Evergrande yang tidak akan melebar. Hal ini tercermin dari Credit Default Swap (CDS) yang sempat mengalami peningkatan, namun sudah kembali menurun.
Enrico menambahkan risiko global yang patut lebih diwaspadai saat ini adalah dampak dari tapering off Bank Sentral AS, The Fed yang kemungkinan akan segera dilakukan pada bulan November tahun ini. Kemudian, mutasi virus Covid-19 juga menjadi salah satu aspek ketidakpastian dan menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
“Evergrande lagi-lagi menurut saya sifatnya sangat contained risknya dan sangat domesticated,” jelasnya. (*)
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More