Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Saham bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kompak menguat pada perdagangan sesi I Jumat, 12 September 2025. Ini menyusul adanya sentimen Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang hari ini mulai mencairkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke bank pelat merah.
Hal itu tercermin dari harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang naik 1,47 persen ke posisi Rp4.140 per saham.
Tak hanya BBRI, harga saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga menguat 0,67 persen ke level Rp4.510 per saham.
Pun demikian dengan harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Terpantau, saham BBNI naik 1,13 persen ke posisi Rp4.470.
Baca juga: Saham Bank Himbara Terbang Tinggi Setelah Menkeu Akan Guyur Likuiditas Rp200 Triliun
Bank Himbara lain yang sahamnya menguat pada perdagangan saham sesi I ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Saham BBTN meningkat 1,11 persen ke level Rp1.370 per saham.
Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, mengatakan sentimen penguatan tersebut didorong oleh langkah pemerintah yang akan menarik dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) untuk ditempatkan ke sistem perbankan.
“Kebijakan ini diyakini memperkuat likuiditas bank-bank BUMN dan membuka ruang ekspansi kredit ke sektor riil. Pasar menyambut kebijakan ini dengan optimisme tinggi, terlihat dari lonjakan harga saham perbankan dua hari terakhir,” ucap Hendra dalam keterangannya di Jakarta, 12 September 2025.
Baca juga: Jahja Setiaatmadja Kembali Borong Ribuan Saham BBCA, Segini Nilainya
Secara teknikal, kata Hendra, saham-saham bank pelat merah ini masih menyimpan ruang kenaikan dengan target BBRI di level Rp4.270, BBNI Rp4.540, BMRI Rp4.750, dan BBTN Rp1.500.
Adapun, dengan banjir likuiditas perbankan dan ruang pertumbuhan ekonomi yang masih lebar, bank-bank BUMN diperkirakan tetap menjadi motor utama penggerak pasar.
Investor juga disarankan mencermati peluang di saham konsumer, media, dan teknologi untuk melengkapi portofolio di tengah momentum reli IHSG. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More