fintech OJK
Jakarta – Maraknya Fintech direspon positif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini karena financial technology menjadi salah satu cara memuluskan program pemerintah terkait inklusi keuangan (Financial Inclusion).
Rahmat Waluyanto, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK menilai, kehadiran teknologi keuangan digital ini bagi OJK di industri keuangan merupakan peluang untuk terus meningkatkan perkembangan sektor jasa keuangan, termasuk mendorong inklusi keuangan. Namun di satu sisi, sebagai lembaga pengawas industri keuangan, hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi OJK untuk memastikan bahwa kehadiran fintech terjamin keandalannya, efisien dan aman sehingga tidak merugikan konsumen.
Untuk mendukung perkembangan financial technology, OJK telah menyiapkan sejumlah rencana. Setidaknya ada lima langkah yang kini menjadi fokus OJK. Pertama, membentuk Fintech Innovation Hub, sebagai pengembangan ekosistem teknologi keuangan digital. Forum ini merupakan sentra pengembangan dan menjadi one stop contact nasional untuk berhubungan dan bekerja sama dengan institusi dan lembaga yang menjadi pendukung ekosistem keuangan digital. Rahmat menyebut, OJK akan segara meluncurkan Fitech Innovation Hub dalam waktu dekat.
Kedua, menyiapkan Certificate Authority (CA). Produk ini merupakan hasil kerjasama dengan Kementrian Komunnikasi dan Informasi (Kominfo). (Selanjutnya : OJK kaji landasan hukum untuk fintech…)
Page: 1 2
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More