Dukung Pemulihan Konektivitas Internet di Aceh Tamiang, Ini yang Dilakukan PINTU

Dukung Pemulihan Konektivitas Internet di Aceh Tamiang, Ini yang Dilakukan PINTU

Poin Penting

  • PINTU bersama Tim Relawan Independen dan Yayasan Gerakan Memutus Rantai mendistribusikan empat unit Starlink ke Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang
  • Bantuan ditujukan untuk mempercepat pemulihan akses internet bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor, guna memudahkan komunikasi dengan keluarga, relawan, dan pemerintah.
  • Tim relawan berhasil menjangkau wilayah yang sebelumnya terputus aksesnya, sehingga konektivitas berangsur pulih berkat gotong royong lintas pihak.

Jakarta – Platform investasi aset kripto, PT Pintu Kemana Saja (PINTU), mendorong percepatan pemulihan konektivitas internet pasca bencana di Sumatra, khususnya di Aceh Tamiang. PINTU bersama Tim Relawan Independen dan Yayasan Gerakan Memutus Rantai mengirimkan empat unit Starlink ke Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang.

Tim relawan Independen dan Yayasan Gerakan Memutus Rantai sudah mendistribusikan perangkat Starlink itu pada 26-30 Desember 2025 lalu. Bantuan perangkat-perangkat Stalink itu juga sudah mencakup biaya langganan hingga tiga bulan ke depan.

Menurut Andy Putra, SVP Strategy & Business PINTU, pihaknya berkomitmen untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor Sumatra, salah satunya lewat percepatan pemulihan konektivitas atau akses internet.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga di Aceh untuk bisa terus terhubung dalam jaringan internet guna memudahkan komunikasi dengan kerabat, relawan, dan juga pemerintah,” ujar Andy dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 5 Januari 2026.

Baca juga: Ambil Peluang di Tengah Volatilitas Pasar Kripto, Pengguna Baru Pintu Futures Naik 37 Persen

Andy melanjutkan, pemulihan akan lebih cepat dengan adanya upaya gotong royong dan bahu membahu seluruh pihak. Sekecil apa pun kontribusinya, akan dapat mendorong percepatan pemulihan bencana ini serta meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“Melalui inisiatif ini, kami ingin bersama-sama memikul beban tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi, demi pemulihan yang lebih cepat,” lanjutnya.

Sementara, Founder & CEO Ngomongin Uang Glenn Ardi yang tergabung dalam Tim Relawan Independen menambahkan, bersama Tim Relawan Independen dan Yayasan Gerakan Memutus Rantai, tim berhasil masuk ke daerah-daerah yang sebelumnya sempat terputus aksesnya. Sangat ini akses berangsur-angsur mulai pulih.

Baca juga: Ada Fitur Auto DCA Explore Plans di PINTU, Simak Manfaatnya Buat Investor

“Bantuan ini sangat berharga untuk memberikan konektivitas internet bagi warga yang terdampak,” tegasnya.

Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor yang terjadi di tiga provinsi Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak hanya memakan lebih dari 1.000 korban jiwa. Aktivitas ekonomi lumpuh, karena banyak akses jalan yang terputus. Konektivitas internet di berbagai daerah terdampak juga terputus. (*) Ari Astriawan

Related Posts

News Update

Netizen +62