Jakarta–Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menyatakan, kesiapan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo/Kominfo) di bidang jaringan komunikasi selama mudik 2017 sudah sangat kondusif. Ia mengungkapkan, pihaknya telah menyambangi beberapa kantor pelayanan komunikasi untuk memastikan kelancaran tersebut.
”Bersama Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Operator Telekomunikasi (TeIkom, Telkomsei, lndosat, XL. Hutchison 3 Indonesia (Tri), Smartfren, Smart Telecom dan Sampoema TeIekom Indonesia), Lembaga Penyiaran, dan stakeholder terkait lainnya, termasuk kesiapan Pos dan dukungan kompomen masyarakat terkait seperti ORARI dan RAPI, kami siap melayani masyarakat saat mudik dan arus balik,” jelas Rudiantara dalam Diskusi Forum Merdeka Barat dengan tema ”Mudik Bareng Guyub Rukun” di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis 22 Juni 2017.
Menurut Rudiantara, Kemkominfo bersama kementerian dan lembaga yang Iain juga telah meluncurkan aplikasi “Ayo Mudik” sebagai Aplikasi Mudik Terpadu Pertama di Indonesia. Aplikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah dengan perusahaan startup nasional Kudo.
Aplikasi “Ayo Mudik” berbasis peta yang dapat menyajikan informasi mengenai lokasi posko mudik insidentil dari berbagai mitra yang ada. Para pemudik akan mendapatkan kemudahan dalam memperoleh berbagai informasi seperti lokasi posko mudik terdekat, pos poIisi, posko kesehatan, SPBU, bengkei, masjid, ATM, info bencana serta info lalu lintas terkini. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More