Presiden Komisaris BCA Jahja Setiaatmadja/Istimewa
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) turut berkontribusi pada pengembangan ekonomi hijau dengan menyalurkan kredit-kredit ramah lingkungan. Di sepanjang 2021, perseroan mencatatkan penyaluran kredit untuk sektor-sektor berkelanjutan mencapai Rp154,4 triliun atau naik 20,9% (Year-on-Year).
Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, pertumbuhan ini meningkat jauh dibandingkan dengan target awal sebesar 5%. Harapannya penyaluran sektor berkelanjutan bisa terus meningkat seiring dengan rencana pemerintah dalam menurunkan emisi karbon Indonesia.
“Nilai ini berkontribusi 24,8% bagi total portofolio kredit, di antaranya mencakup pembiayaan kepada sektor UKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan lahan yang berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, energi terbarukan, produk eco-efficient, pengelolaan air dan air limbah, hingga efisiensi energi,” tutur Jahja pada konferensi pers virtual, 27 Januari 2022.
Sebagai informasi dari total penyaluran Rp154,4 triliun, sebanyak Rp88,2 triliunnya disalurkan ke sektor UMKM. Sementara, Rp66,2 triliun disalurkan ke sektor non-mikro dan UMKM.
Ke depan, BCA semakin memperkuat komitmennya untuk mengedepankan nilai-nilai environmental, social, and governance (ESG) mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More