Duh! Setelah Morgan Stanley, HSBC Juga Pangkas Peringkat Pasar Saham RI

Jakarta – Pasar saham Indonesia kembali mendapatkan sorotan dari lembaga keuangan global. Setelah Morgan Stanley memangkas peringkat pasar saham Indonesia menjadi underweight, kini giliran HSBC Holdings Plc yang juga memangkas rating saham Indonesia.

HSBC mengubah statusnya dari overweight menjadi netral pada Rabu, 26 Juni 2024. Perusahaan keuangan tersebut menilai penurunan ini disebabkan oleh tingginya suku bunga, melemahnya nilai tukar rupiah, dan ketidakpastian kebijakan pemerintah di tengah potensi perombakan kabinet.

“Pendapatan terpukul oleh suku bunga tinggi dan nilai tukar yang lemah. Lalu, ada ketidakpastian seputar kebijakan pemerintah di tengah potensi perubahan kabinet dalam waktu dekat,” tulis HSBC, dikutip Bloomberg, Jumat, 28 Juni 2024.

Baca juga: Solvabilitas dan Profitabilitas Solid, Saham TUGU Jadi Buruan Investor

Sentimen ini diperkuat oleh data yang menunjukkan IHSG melemah 4,85 persen year to date (ytd) dan 4,47 persen dalam tiga bulan terakhir.

Sebelumnya, Morgan Stanley memberikan rekomendasi underweight bagi bursa saham Indonesia. Rekomendasi underweight bagi bursa saham Indonesia ini dirilis Senin (10/6).

Rekomendasi underweight sendiri adalah salah satu istilah dalam perdagangan saham yang artinya saham diduga akan mengalami penurunan harga dibandingkan saham lainnya dalam satu sektor yang sama.

Lawan dari underweight adalah overweight. Overweight adalah istilah untuk kondisi saham yang diprediksikan akan mengalami kenaikan melebihi saham lainnya dari sektor yang sama.

Kebijakan fiskal Indonesia dan penguatan mata uang US dolar terhadap rupiah dinilai Morgan Stanley sebagai risiko bagi para investor untuk berinvestasi di bursa Indonesia.

“Kita melihat ketidakpastian jangka pendek pada arah kebijakan fiskal di waktu mendatang. Hal itu turut disertai dengan sejumlah pelemahan pada pasar penukaran mata uang asing di tengah masih tinggi dan kuatnya tingkat mata uang US dolar,” jelas para strategis, termasuk Daniel Blake, seperti dikutip Bloomberg, Rabu, 12 Juni 2024.

Baca juga: Simak! 5 Strategi Investasi untuk Hadapi Pasar Saham yang Lesu

Mereka menurunkan peringkat ekuitas Indonesia menjadi “underweight” dalam kategori alokasi perusahaan di pasar Asia dan negara berkembang.

Janji-janji kampanye presiden Indonesia terpilih, Prabowo Subianto, yang di antaranya penyediaan makan siang dan susu gratis bagi siswa sekolah, disebutkan berpotensi membebani anggaran fiskal negara secara substansial di tengah outlook pendapatan Indonesia yang telah mengalami penurunan. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

3 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

8 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

9 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

9 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

19 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

20 hours ago