Moneter dan Fiskal

Duh! Pendapatan Negara Merosot 12,4 Persen di April 2025

Jakarta – Realisasi pendapatan negara hingga April 2025 mencapai Rp810,5 triliun. Angka ini merosot 12,4 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama, sebesar Rp925,2 triliun.

Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim bahwa realisasi penerimaan terus menunjukkan tren penguatan dan aktivitas ekonomi tetap terjaga di tengah gejolak global. 

“Pendapatan negara mencapai Rp810,5 triliun atau 27 persen dari target APBN hingga April 2025,” ujar Sri Mulyani dalam Sidang Paripurna ke-18 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024-2025, di Jakarta, Selasa, 20 Mei 2025.

Baca juga: Sri Mulyani Targetkan Defisit APBN 2026 Maksimal 2,53 Persen dari PDB

Adapun pendapatan negara terbagi dalam penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Realisasi penerimaan perpajakan hingga April 2025 realisasinya sebesar Rp657 triliun yang mengalami kontraksi 8,7 persen dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp153,3 triliun atau menurun 24,7 persen.

Lebih rinci lagi, penerimaan perpajakan terdiri dari penerimaan pajak yang mencapai Rp557,1 triliun per April 2025 dan kepabeanan dan cukai sebesar Rp100 triliun.

Baca juga: Berbalik Arah, APBN April 2025 Surplus Rp4,3 Triliun

Sementara, belanja negara terealisasi sebesar Rp806,2 triliun atau 22,3 persen dari target APBN. Terdiri dari, belanja pemerintah pusat sebesar Rp546,8 triliun dan transfer ke daerah mencapai Rp259,4 triliun.

“Hal ini menunjukkan di tengah masa transisi, APBN 2025 tetap berfungsi optimal dalam pelaksanaan program prioritas yang sangat dirasakan oleh rakyat kita. APBN juga tetap optimal sebagai shock absorber yang menjaga stabilitas ekonomi, melindungi dunia usaha, dan menopang daya beli masyarakat,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

31 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

40 mins ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

60 mins ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri

Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More

1 hour ago

CEO Infobank: Jual Beli Kendaraan STNK Only Ilegal dan Berisiko Pidana

Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More

1 hour ago