Jakarta – Zurich Topas Life berhasil mencatat kinerja yang solid hingga September 2024, dengan kontribusi kuat dari produk asuransi kesehatan Zurich Optimal Health Assurance (ZOHA) dan produk dwiguna Zurich Protection Plan (ZPP).
Kedua produk ini telah menghasilkan gross written premium (GWP) yang signifikan, lebih dari Rp55 miliar untuk ZOHA dan Rp53 miliar untuk ZPP.
Presiden Direktur Zurich Topas Life, Richard Ferryanto, menyampaikan optimisme terhadap perkembangan bisnis Zurich Topas Life.
Baca juga: Zurich Syariah Bidik Premi Asuransi Parametrik Capai Rp3 Miliar di Akhir 2024
“Jadi kita mencatat pertumbuhan yang positif pada produk asuransi jiwa tradisional dua ini,” ujarnya kepada Infobank di Jakarta pada Rabu, 13 November 2024.
Pertumbuhan ini, menurut Ferryanto, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap Zurich Topas Life dalam memenuhi kebutuhan perlindungan mereka. Secara khusus, produk ZOHA mencatat pertumbuhan sebesar 40 persen dalam setahun terakhir, sebuah pencapaian yang sangat signifikan di tengah situasi pasar yang dinamis.
Baca juga: Begini Strategi Zurich Syariah Hadapi Tantangan Asuransi Parametrik
“Selain itu, untuk solusi produk dwiguna yang tadi saya katakan, Zurich Plan Protector yang kita luncurkan tahun lalu, kita juga mendapatkan peningkatan jumlah nasabah sebesar 6 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Dalam hal jumlah GWP-nya sendiri, meningkat 60 persen dibandingkan tahun lalu,” jelas Ferryanto.
Kedepannya, Zurich Topas Life akan terus menghadirkan produk-produk asuransi yang relevan dan diminati oleh masyarakat, di tengah rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting OJK mengimbau masyarakat waspada pinjol ilegal dan terus memblokir entitas keuangan tidak berizin… Read More
Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More
Poin Penting IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring… Read More
Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More
Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More
Poin Penting BPS mencatat impor Indonesia Januari-Desember 2025 naik 2,83% menjadi USD241,86 miliar. Impor barang… Read More