News Update

Dua Isu Utama yang Dihadapi Multifinance di Kala Pandemi

Jakarta – Performa bisnis industri multifinance mendapat pukulan telak akibat pandemi Covid-19. Piutang pembiayaan tumbuh minus akibat anjloknya penjualan otomotif. Akibatnya pendapatan menurun. Sedangkan beban operasional tidak bisa ditekan sehingga laba industri anjlok. Ada dua isu utama yang harus dihadapi pelaku industri multifinance dalam melewat masa sulit di pandemi Covid-19 ini.

Menurut Praktisi dan Komisaris Independen PT Smart Multi Finance, Jodjana Jody, dua hal yang harus dihadapi industri multifinance saat ini adalah isu soal likuiditas dan demand (permintaan).

Pertama soal likuiditas. Ia mengungkapkan, bahwa banyak customer yang kesulitan melakukan pembayaran sehingga mengajukan restrukturisasi pembiayaan. Akibatnya, perusahaan pembiayaan harus mencari cara untuk bertahan dan supaya tetap mampu membayar pinjaman ke perbankan.

“Mendapatkan funding commitment paling susah. Terutama bagi multifinace dengan aset dibawah Rp1 triliun, atau juga yang beraset sampai di bawah Rp5 triliun. Di sisi lain, pada masa ini collection juga jadi momok. Kita mau collect tapi tidak bisa. Tapi kalau dari perbankan tidak memberikan suntikan dana maka ada missmatch,” paparnya dalam webinar yang digelar Infobank, Kamis, 27 Agustus 2020.

Dalam persiapan melakukan bounce back dan recovery, lanjutnya, multifinance butuh working capital support. Dengan restrukturisasi sekitar 30% dari total piutang pembiayaan, multifinance akan sulit bertahan tanpa adanya sokongan dana.

Kemudian, soal isu demand, industri mengharapkan peran pemerintah untuk memberikan stimulus langsung ke masyarakat. Jody mencontohkan, di Thailand pemerintah memberikan program reduction tax kepada sektor otomotif. Hasilnya, demand di sana hanya turun 30%. Sedangkan di Indonesia penurunannya lebih dari 50%.

“Ini memang pekerjaan rumah pemerintah, sanggupkah memberikan insentif seperti itu?. Kami yakin kalau tax bisa dikurangi, akan memberikan multiplier effect yang besar,” ucapnya. (*) Ari Astriawan

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

8 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

15 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

16 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

16 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

17 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

23 hours ago