Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyebutkan pemerintah menarik utang baru sebesar Rp220,1 triliun hingga Februari 2025. Angka itu setara dengan 35,7 persen dari target APBN 2025.
“Pembiayaan anggaran hingga 28 Februri 2025, realisasi pembiayaan anggaran telah mencapai Rp220,1 triliun atau 35,7 persen dari target APBN,” ujar Thomas dalam APBN Kita, dikutip, Jumat, 14 Februari 2025.
Baca juga: Alarm Ekonomi RI Menyala! Pajak Anjlok 41,8 Persen, Utang Pemerintah Bengkak 43,5 Persen
Secara rinci, pembiayaan utang terdiri dari pembiayaan anggaran Rp224,3 triliun, yang terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp238,8 triliun, dan pinjaman neto sebesar -Rp14,4 triliun.
Kemudian pembiayaan non-utang yang negatif -Rp4,3 triliun atau 2,7 persen terhadap target APBN 2025.
Thomas menegaskan, pembiayaan APBN 2025 akan terus dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan terukur, serta mempertimbangkan efisiensi anggaran dan dinamika pasar keuangan.
Baca juga: APBN Februari 2025 Defisit Rp31,2 Triliun, Sri Mulyani: Masih Sesuai Target
“Sebagaimana capaian realisasi tadi target pembiyaan berjalan sesuai dengan tetap menjaga biaya yang efisien serta risiko yang terkendali,” ujar Thomas. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More