Tercatat selain penambahan tersebut, Komisi XI juga telah menyetujui beberapa poin pendanaan diantaranya menerima usulan pembiayaan Badan Layanan Umum (BLU) di Kementerian Keuangan sebesar Rp13,45 triliun. Di mana, Rp12 triliun untuk Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang digunakan untuk pengadaan lahan dalam rangka pembiayaan infrastruktur, yang sebagian besar sudah dilakukan terutama untuk proyek Jawa.
Baca juga: Menkeu Bantah Gadaikan Aset Negara
Sri Mulyani menambahkan, selain itu, terdapat juga pengalokasian pendanaan untuk penguatan peranan dana abadi di bidang pendidikan, serta untuk penggunaan Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yaitu perumahan dalam rangka untuk menajamkan program dan sinkronidasi dengan dibuka subsidi selisih bunga.
“Dana tersebut untuk pengadaan lahan dalam jangka pembiayaan infrastruktur dan sebagian besar pengadaan lahan itu sudah dilakukan terutama untuk proyek-proyek jalan, selain itu Rp8 triliun untuk penguatan peranan sovereign fund di bidang pendidikan atau dana abadi pendidikan serta Rp6,6 triliun untuk penggunaan FLPP dalam rangka penajaman program dan sinkronisasi dengan subsidi selisih,” jelas Sri Mulyani. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting BCA menambah jaringan dari 1.242 cabang (2021) menjadi 1.270 cabang (Desember 2025) BCA… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More