Ekonomi dan Bisnis

DPR Minta Pemerintah Tak Keluarkan Izin Impor Bulog

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, menahan izin impor bawang putih 100 ribu ton yang akan dilakukan oleh Bulog. Karena dinilai tak ada unsur urgensi pemberian keistimewaan kepada Bulog, untuk mengimpor tanpa wajib tanam. Apalagi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah menyatakan akan menelisik penunjukkan impor ini.

“Kalau tidak ada alasan yang mendesak, yaa diclearkan lebih dahulu. Ditahan saja dulu rekomendasinya, paling tidak sampai ada penjelasan terkait alasan pemberian hak istimewa,” ujar Anggota Komisi IV Zainut Tauhid Sa’adi, dalam keterangannya seperti dikutip di Jakarta, Rabu, 3 April 2019.   

Menurutnya, penugasan impor bawang putih kepada Bulog hanya dapat dilakukan saat komoditas itu berada dalam masa kritis. Hal ini sejalan dengan tugas Bulog sebagai stabilisator harga. Dirinya pun menilai, kondisi kini tidak dalam masa kritis. Apalagi proses pengajuan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari pihak swasta, pasalnya sudah berproses. Untuk ini, pemerintah harus memberikan penjelasan ke publik agar tak ada kecurigaan.

“Pertanyaannya apakah saat ini kondisi bawang putih sudah dianggap kritis? Pemerintah harus memberikan penjelasan kepada publik biar tidak ada kecurigaan dibalik pemberian izin impor tersebut,” ucapnya.

Oleh sebab itu, dirinya menegaskan, dewan akan menanyakan penugasan itu kepada Kementerian Pertaniandan lembaga terkait lainnya. “Kami akan menggali lebih jauh apa alasannya. Pemberian hak istimewa Bulog itu. Kenapa Bulog tidak diperlakukan sama dengan importir lain. Harusnya diberlakukan hal yang sama dengan importir lain sehingga tidak ada monopoli,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa pemerintah perlu mengevaluasi penugasan Bulog sebagai importir bawang putih itu. Pasalnya, penerbitan rekomenasi impor harus sesuai degan perturan yang berlaku. “Kalau sesuai regulasi tak ada masalah. Tapi diskresi ini perlu diperdalam dan evaluasi lagi,” kata dia.

Hal senada sebelumnya dikemukakan oleh Anggota Komisi IV DPR, Darori Wonodipuro. Ia meminta mengevaluasi kebijakan itu. Kebijakan itu berpeluang membuat Bulog melakukan monopoli. “Bulog tak dapat melakukan impor bawang putih sendirian. Apabila hendak melakukan impor, pemerintah harus memberikan kuota kepada perusahaan swasta agar terhindar dari monopoli,” paparnya.

Di kesempatan berbeda, Kementerian Pertanian sendiri, masih membuka keran impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Belasan perusahaan telah mengajukan RIPH, dan enam diantaranya sudah mengantongi rekomendasi sebanyak 90 ribu ton.

Menurut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Mohammad Ismail Wahab, importir umum, atau swasta tetap mengimpor seperti biasa meski BUMN Bulog ditugaskan pemerintah untuk mengimpor juga. “100 ribu impor Bulog itu kan penugasan dari Kemenko Perekonomian, yang importir umum tetap berproses, dan kewajiban 5 persen tetap berlaku untuk importir umum,” jelasnya.

Kebutuhan bawang putih di dalam negeri, setiap tahunnya memang mencapai sekitar 560 ribu ton. Kini, pihaknya menilai ada kekurangan yang bisa menaikkan harga. Pembebasan Bulog dari kewajiban tanam 5 persen diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian. “Jadi saya tegaskan, untuk impor Bulog itu bukan diskresi, tapi ada aturan khusus. Kalau diskresi itu artinya dibolehkan melanggar aturan, ada pola kedua yang memungkinkan BUMN diberi tugas oleh pemerintah,” jelasnya.  

Menurutnya, tak ada importir yang keberatan atau cemburu dengan Bulog yang tidak harus menanam 5 persen bawang dari jumlah yang diimpornya. “Itu kan masing-masing, tidak ada cemburu begitu, apalagi ini kan tugas dari pemerintah,” tutupnya. (*)

Apriyani

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

11 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

11 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

11 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

11 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

15 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

18 hours ago