Kantor Pajak; Dorong penerimaan pajak. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta–Sigit Priadi Pramudito secara resmi telah mengundurkan diri dari Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak. Hal ini lantaran dirinya tidak mampu mengemban tugas untuk mencapai target penerimaan pajak 2015 yang diperkirakan mengalami shortfall Rp160 triliun.
Menanggapi kondisi tersebut, Komisi XI DPR-RI mengapresiasi langkah Sigit Priadi Pramudito yang resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Menurut, anggota Komisi XI DPR-RI Misbakhun, jabatan memiliki makna yang besar, dimana seseorang yang memiliki jabatan harus bertanggung jawab dengan penuh dedikasi.
“Ini sebuah langkah yang memberikan hikmah keteladanan bagi siapapun pengemban amanat dan tugas negara yang dimilikinya. Pak Sigit memberikan tauladan bagi kita semua bahwa kinerja yang terukur dalam menjalankan tugas adalah sangat penting karena negara menjadi taruhannya,” ujar Misbakhun dalam pesan singkatnya di Jakarta, Rabu, 2 Desember 2015.
Pada kesempatan yang sama, dirinya juga mengucapkan selamat kepada Ken Dwijugiastadi sebagai Plt Dirjen Pajak. Dia menilai, pengganti Sigit Priadi ini memiliki karir yang lengkap di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Dengan memiliki bidang tugas yang sangat beragam dan pengalaman yang panjang, diharapkan menjadi bekal yang kuat bagi Dirjen Pajak yang baru.
“Semoga ini menjadi era baru bagi upaya membangun kinerja aparat negara di pemerintahan Presiden Joko Wiidodo (Jokowi),” tutup Misbakhun. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More
Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Prabowo memperingatkan eskalasi konflik global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, berisiko memicu Perang… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More