Jakarta–Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) pada rapat kerja dengan pemerintah terkait penyesuaian Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementerian/Lembaga (K/L) pada hari ini Senin 24 Juli 2017.
Pada rapat ini, disampaikan jumlah Anggaran Kementerian Keuangan yang semula Rp40,77 triliun, mengalami pengurangan Rp272 miliar, sehingga menjadi Rp40,45 triliun.
Anggota DPR Komisi XI, Mukhamad Misbakhun memberikan beberapa catatan kepada pemerintah agar tidak menurunkan kinerjanya dalam melayani masyarakat dan membangun Indonesia meskipun anggarannya telah sangat dihemat.
“Saya ingin memberikan catatan kepada pemerintah. Terutama mengenai penggunaan anggaran dan realisasi. Ini ada masalah serius dari sisi penerimaan dan terjadi pemotongan untuk melakukan penghematan. Pemotongan ini harapan saya tidak mengurangi kinerja pemerintah. Kalau kinerja berkurang maka pelayanan masyarakat akan bermasalah,” ujar Misbakhun. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Misbakhun juga menyoroti atas pemotongan anggaran dalam lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, karena dirinya melihat pemotongan anggarannya merupakan yang terbesar dari lembaga yang lain di lingkungan Kemenkeu.
“Saya minta kepada Bu Menteri agar jangan sampai pemotongan paling besar ini bebannya di DJP. Jangan sampai Penerimaan pajak akhirnya menurun. Karena anggaran dipotong maka yang saya khawatirkan kalau penerimaan menurun adalah akan terjadi pemotongan anggaran lagi. Mudah-mudahan ini tidak terjadi,” tegas Misbakhun.
Baca juga: Oknum Pembuka Data Nasabah Bisa Dihukum Mati
Di kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani juga meyakinkan kepada publik khususnya DPR bahwa pihaknya tidak akan mengurangi kinerjanya walau terjadi penghematan anggaran.
“Kami akan memberikan keyakinan pemotongan anggaran di Kemenkeu tidak akan mempengaruhi kinerja. Karena kita melakukan penelitian kemampuan belanja di masing-masing unit di lingkungan kami. Dan ini tidak akan mempengaruhi karena yang kami potong adalah porsi belanja,” ucap Sri Mulyani. (*)
Editor: Paulus Yoga




