News Update

Dorong Pendalaman Pasar Keuangan, ICDX Group Perkuat Sinergi dengan 3 Regulator

Jakarta – Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) terus berupaya mendorong pendalaman pasar keuangan, khususnya di sektor pasar perdagangan derivatif.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, ICDX Group akan memperkuat sinergi dengan tiga regulator di sektor pasar perdagangan derivatif, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Menurut Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama ICDX, di usianya yang ke-16 tahun ini, ICDX akan terus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah atau regulator, pelaku pasar dan stakeholders lainnya.

“Kami percaya sinergi dapat menjadi kunci utama untuk mewujudkan pendalaman pasar keuangan dan komoditi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 9 Mei 2025.

Baca juga: Kantongi Izin Bappebti, ICDX Fasilitasi Perdagangan Pasar Fisik Energi Terbarukan

ICDX Group, lanjut Fajar, siap bersinergi dan berkolaborasi, serta berinovasi dalam mengembangkan ekosistem terintegrasi yang fundamental untuk pendalaman pasar keuangan dan komoditi Indonesia.

Sementara, Megain Widjaja, Direktur Utama Indonesia Clearing House (ICH) menambahkan, pasar keuangan Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. Potensi itu bisa dimaksimalkan dengan mencapai visi besar pendalaman pasar keuangan Indonesia.

“Untuk itu, kata kuncinya adalah tentang penguatan kapasitas, kolaborasi strategis, serta sinergi antara semua pemangku kepentingan,” tegasnya.

Baca juga: Transaksi Komoditi Berbasis Syariah di ICDX Tembus Rp2,01 Triliun Sepanjang 2024

Sebagai lembaga kliring, ICH juga memastikan siap bersinergi dengan regulator, dalam hal ini OJK, BI, dan Bappebti. Sinergi pelaku usaha dengan regulator diharapkan bisa memperluas potensi pasar keuangan, dalam hal ini derivatif pasar uang, derivatif efek serta derivatif komoditi.

Sebagai informasi, terhitung sejak diberlakukannya UU No. 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK), pengawasan dan pengaturan perdagangan derivatif efek dialihkan dari Bappebti ke OJK. Sedangkan untuk derivatif pasar uang dan valuta asing (PUCA) diserahkan ke BI. Sementara, perdagangan derivatif komoditi tetap di Bappebti. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Catatan HUT ke-47 Infobank: Lazy Bank, Kriminalisasi Kredit Macet, dan Ujian Akhir Disiplin Fiskal

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More

3 hours ago

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

12 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

18 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

19 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

19 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

21 hours ago