Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan acara festival ekonomi syariah, atau Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF), pada tanggal 25 sampai 30 Oktober 2016 di Surabaya. Acara ISEF kali ini merupakan gelaran ketiga yang mengangkat tema “Leading Roles in The Development of Islamic Economics and Finance to Achieve Prosperity of The Nation”.
Seperti dikutip dari laman BI, di Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016 menyebutkan, pagelaran ekonomi syariah ini akan diikuti antara lain oleh negara-negara Organisasi Kerjasama Islam, lembaga internasional, kementerian, lembaga keuangan bank dan nonbank, asosiasi, pelaku pasar keuangan, akademisi, dan pelaku usaha.
Adapun tema “Leading Roles in The Development of Islamic Economics and Finance to Achieve Prosperity of The Nation” tersebut diarahkan pada upaya peran aktif Indonesia sebagai poros pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang mampu menjawab tantangan pengembangan keuangan syariah dunia dan mendukung kesinambungan program pembangunan ekonomi yang inklusif.
ISEF pun mengangkat berbagai aspek yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi syariah di Indonesia, yaitu 5F: Finance (keuangan), Food (kuliner), Fashion, Funtrepreneur (wirausaha) dan Fundutainment (hiburan). Penyelenggaraan ISEF meliputi dua rangkaian acara yaitu Shari’a Forum yang berlangsung mulai tanggal 25 sampai 28 Oktober 2016 dalam bentuk kegiatan seminar, workshop, high level panel discussion.(Selanjutnya : Fokus ISEF pada pengembangan instrumen pasar keuangan syariah…)
Page: 1 2
Jakarta - Implementasi asuransi wajib bencana di Indonesia membutuhkan sejumlah elemen kunci dan kondisi pendukung agar… Read More
Poin Penting Singapura memperketat skrining bandara dengan pemeriksaan suhu bagi penumpang dari wilayah terdampak virus… Read More
Poin Penting Airlangga menilai trading halt BEI sebagai momentum reformasi regulasi pasar modal. Pembahasan reformasi… Read More
Poin Penting OJK bersama SRO terus mengkaji kesesuaian proposal pasar saham domestik dengan ketentuan MSCI… Read More
Poin Penting DPK perbankan tumbuh 10,4 persen menjadi Rp9.467,6 triliun per Desember 2025, didorong giro… Read More
Poin Penting Risiko kerugian bencana alam di Indonesia mencapai Rp20 triliun-Rp50 triliun per tahun, dengan… Read More