Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menunjuk Indra Utoyo, yang adalah salah satu petinggi Telkom untuk dorong digital banking di bank ini. Indra dipilih sebagai Direktur Operasional BRI menggantikan Zulhelfi Abidin dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan perseroan.
Sebagai informasi, Indra Utoyo sebelumnya menjabat Direktur Innovation & Strategic Portofolio di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 2012. Saat ini, dirinya dipercaya untuk menjadi dewan direksi di BRI.
Wakil Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, ditunjuknya Indra Utoyo sebagai Direktur merupakan wewenang dari komisaris dan pemegang saham. Namun, di sisi lain, dengan adanya Indra Utoyo yang memiliki latar belakang telko diyakini akan dorong digital banking business di BRI.
“BRI harus selalu adaptif sesuaikan tantangan di pasar. Makin ke sini makin hari dunia perbankan dengan dunia telko tidak ada batas irisan makin luas,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 15 Maret 2017. (Selanjutnya : Mendorong bisnis digital banking BRI)
Selain itu, dengan perkembangan zaman perkembangan financial technology (fintech) yang semakin masif, lanjut dia, BRI juga berupaya menghadirkan perkembangan teknologi yang nantinya akan mendorong bisnis BRI di digital banking.
Kendati begitu, kata dia, dengan masuknya Indra Utoyo sebagai Direktur di BRI tidak akan mengubah fokus utama perseroan untuk menyediakan pendanaan ke sektor UMKM. “BRI dalam visinya bank akan tetap fokus di UMKM. Kemudian selain fokus UMKM tantangannya menghadapi fintech industri,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menilai, dengan mendorong bisnis digital banking di BRI maka akan meningkatkan efisiensi diperseroan. Di mana dengan begitu, perseroan tidak akan mengeluarkan biaya terlalu besar untuk mesin-mesin ATM yang tersebar di Indonesia.
“Membuat pricing lebih murah, ini akan lebih efisiensi dan semua butuh segala macam yang berbau digital,” tutupnya. (*)








