News Update

Dorong Bisnis Anak Usaha, BNI Sediakan Rp4 Triliun

Jakarta–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bakal menggelontorkan modal Rp4 triliun kepada anak-anak usaha, untuk mendukung perkembangan bisnis secara grup yang mulai diarahkan menyasar segmen UMKM.

“Kita siapkan Rp4 triliun untuk (tumbuh) secara anorganik,” ujar Direktur Keuangan dan Risiko BNI, Rico Budidarmo di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017.

Menurutnya, BNI bakal mendorong perkembangan anak usaha, terutama dalam rencana perseroan masuk lebih dalam ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Untuk anorganik untuk asuransi, asset management, kemudian kembangkan bank syariah yang ada dan itu akan kita akan tingkatkan portofolionya. Kita juga akan mengkaji untuk kemungkinan pembentukan modal ventura. Ini inline untuk mendukung UMKM, juga menopang kebutuhan proyek infrastruktur,” paparnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2

Paulus Yoga

Recent Posts

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

44 mins ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

1 hour ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

2 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

3 hours ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

3 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

3 hours ago