Internasional

Donald Trump kembali Pangku Jabatan Presiden AS, Segini Gaji plus Tunjangannya

Jakarta – Donald John Trump resmi dilantik menjadi Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS) pada Senin, 20 Januari 2025, siang waktu setempat. Pelantikan ini sekaligus menandai masa jabatan keduanya sebagai presiden, setelah sebelumnya menjabat pada periode 2017-2021.

Sebagai kepala negara AS, tentu saja Trump akan memperoleh gaji dan berbagai tunjangan. Nilainya pun cukup fantastis.

Dinukil CBS News, gaji Presiden AS sendiri telah diatur dalam Title 3 United States Code. Nominal besarannya pun belum berubah dalam 20 tahun terakhir.

Baca juga : Resmi Dilantik Presiden, Donald Trump: Zaman Keemasan Amerika Dimulai Sekarang

Artinya, gaji yang diperoleh Trump sama dengan Presiden sebelumnya seperti Joe Biden. Di mana, Trump akan mendapatkan gaji sebesar USD400.000 atau setara dengan Rp6,5 miliar per tahun. 

Selain gaji, Trump juga akan memperoleh tunjangan sebesar USD50 ribu atau Rp815 juta untuk biaya tidak kena pajak, biaya perjalanan USD100 ribu atau Rp1,6 miliar, anggaran hiburan sebesar USD19 ribu atau Rp300,7 juta.

Selama menjabat, Trump bakal menghuni Gedung Putih yang dilengkapi dengan dana untuk merenovasi ulang senilai USD100.000 atau Rp1,6 miliar.

Baca juga : Pelantikan Donald Trump jadi Presiden AS Bayangi Pergerakan IHSG Pekan Ini

Selain itu, perawatan kesehatan gratis, perjalanan tanpa biaya menggunakan limusin kepresidenan, helikopter Marinir, dan pesawat Air Force One. 

Ia juga berhak mendapatkan beberapa staf pribadi yang akan melayaninya seperti juru masak atau koki, tukang kebun hingga pembantu.

Menariknya, setelah masa jabatan berakhir, Presiden AS akan menerima tunjangan pensiun yang meliputi alat komunikasi, peralatan, staf, perjalanan, hiburan, dan perlindungan dari Secret Service. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

39 mins ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

51 mins ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

1 hour ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

2 hours ago