News Update

DJKN Lelang 69 Barang Gratifikasi Sitaan KPK

Jakarta — Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selaku pengelola Barang Milik Negara (BMN) kembali akan melaksanakan lelang barang dengan total barang sebanyak 69 barang. Ke-69 barang tersebut berasal dari gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sesuai dengan rilis yang diterima Infobank, barang yang dilelang antara Iain, Iphone 6 (64 dan 16 GB), Ipad Mini, Pena Mountblanc, HP Samsung Type Galaxy A8, A7 dan S7 Edge, Tablet Samsung A with S Pen, TV LCD 32 inch, serta laptop.

Selain barang-barang elektronik tersebut, terdapat pula beberapa barang lain seperti emas 24 karat seberat 108,2 gram, parcel tea set, sprei, sarung, Ipod Nano, Raised Cooler Buttoned Cardigan, Parfum, Tas Wanita, Lego Ninja 660, MBF 02 Strike Rouge and Sky Grasper, Kerudung, dinnerware set, voucher belanja, sepeda gunung, gelang emas bayi, sabuk, tempat tidur bayi, dining set, kain tenun, kopiah, kain, dan bahan pakaian batik.

Proses lelang barang gratifikasi ini diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta ll yang merupakan kantor vertikal DJKN pada 16 Oktober 2017. Pelaksanaan lelang juga dilaksanakan melalui Aplikasi Lelang Internet (E Auction) dengan cara closed bidding di website www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id.

Peminat lelang, menurut DJKN, akan diberikan kesempatan untuk dapat melihat dan meneliti secara fisik barang yang akan dilelang pada hari kerja sejak pengumuman ini terbit sampai hari Jumat, 13 Oktober 2017 di Ruang Rapat Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI).

Semua barang yang akan dilelang dalam kondisi apa adanya dengan segala cacat dan kekurangannya. Dengan asumsi peserta lelang yang mengajukan penawaran dianggap telah mengetahui atas jenis, jumlah dan kondisi barang yang akan dilelang.

Penerimaan dari hasil penjualan lelang ini selanjutnya akan disetorkan ke kas negara dan menjadi salah satu Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Suheriadi

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

6 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

11 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

11 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

11 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

12 hours ago