Poin Penting
- Laba industri modal ventura mencapai Rp53,05 miliar pada Februari 2026.
- Tech winter dan volatilitas pasar tekan valuasi startup dan strategi exit.
- Pembiayaan didominasi sektor perdagangan dengan porsi 49,95%
Jakarta – Di tengah fenomena tech winter yang membuat investor semakin selektif dalam menempatkan dana, industri modal ventura di Indonesia masih mencatatkan kinerja yang relatif solid. Hal ini tecermin dari laba bersih yang mencapai Rp53,05 miliar pada Februari 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman, menyampaikan bahwa capaian tersebut dipengaruhi dinamika perekonomian yang mendorong perubahan strategi investasi.
“Laba industri modal ventura pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp53,05 miliar, dengan kinerja yang antara lain dipengaruhi dinamika perekonomian yang mendorong investor menjadi lebih selektif dan menggeser fokus investasi menuju profitabilitas serta keberlanjutan,” ujar Agusman, dalam keterangannya, dikutip Selasa, 21 April 2026.
Meski demikian, Agusman mengingatkan bahwa industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Fenomena tech winter serta volatilitas pasar dinilai berdampak pada penurunan valuasi perusahaan rintisan dan strategi exit, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja modal ventura ke depan.
Baca juga: Dua Program LLV Permudah Investor Asing Uji Pasar Indonesia
Sementara itu, dari sisi penyaluran dana, pembiayaan atau penyertaan modal ventura hingga Februari 2026 masih didominasi oleh sektor perdagangan. Porsinya mencapai 49,95 persen dari total outstanding, atau setara Rp8,55 triliun.
“Pembiayaan/penyertaan modal ventura pada Februari 2026 masih didominasi sektor perdagangan dengan porsi outstanding 49,95 persen atau sebesar Rp8,55 triliun,” ujarnya.
Prospek dan Strategi ke Depan
Ke depan, pelaku industri diharapkan tetap adaptif dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, sekaligus menjaga kualitas investasi agar tetap berkelanjutan di tengah tekanan global.
Baca juga: OJK: Perkembangan AI di 2026 Jadi Peluang Bisnis Modal Ventura
Sebelumnya, kinerja industri modal ventura Indonesia masih menunjukan performa yang impresif. Hal ini tecermin dari laba bersih industri modal ventura yang tumbuh signifikan sebesar 150,78 persen secara tahunan (yoy), mencapai Rp579,77 miliar per November 2025.
Penyaluran pembiayaan industri modal ventura saat ini masih terkonsentrasi pada sejumlah sektor yang memiliki potensi dan kebutuhan pendanaan relatif stabil, khususnya pada pembiayaan kegiatan ekonomi riil.
Sektor Penyumbang Pembiayaan
Agusman menjelaskan, terdapat lima sektor yang menjadi penyumbang pembiayaan terbesar. Pertama, sektor pedagang besar dan eceran serta reparasi perawatan mobil dan sepeda motor dengan nilai Rp7,63 triliun, atau setara 68,53 persen.
Selanjutnya, sektor rumah tangga sebagai pemberi kerja, yang mencakup aktivitas produksi barang dan jasa untuk kebutuhan sendiri, dengan nilai Rp766,62 triliun atau sekitar 6,55 persen.
Sektor selanjutnya yakni berasal dari pertanian, kehutanan dan perikanan , senilai Rp519,43 triliun atau 4,66 persen.
Kemudian, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp519,43 miliar atau 4,66 persen.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Melemah ke Level 7.549, Meski Mayoritas Sektor Menguat
Sektor berikutnya adalah penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, termasuk perjalanan dan penunjang usaha lainnya, dengan nilai Rp412,25 miliar atau 3,70 persen.
Terakhir, sektor industri pengolahan dengan nilai pembiayaan Rp410,78 miliar atau 3,69 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra








