Moneter dan Fiskal

Ditanya DPR Soal Anggaran Bansos hingga Makan Siang Gratis, Begini Jawaban Sri Mulyani

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Selasa, (19/3/2024) untuk membahas evaluasi fiskal di triwulan I 2024. Dalam rapat tersebut, Menkeu mendapat banyak pertanyaan, mulai dari kebijakan bantuan sosial (bansos) hingga makan siang gratis.

Soal bansos, disampaikan oleh Gus Irawan dari Fraksi Partai Gerindra yang meminta Sri Mulyani menjelaskan anggaran perlindungan sosial (perlinsos) senilai Rp496 triliun di saat momen Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Kalau di publik Rp496 triliun perlinsos yang seolah itu untuk kepentingan pilpres bahkan ada yang bilang binatang saja menang itu dengan itu. Padahal yang dibelanjakan masih sangat kecil Rp8 triliun. Bahkan yang bantuan langsung tunainya belum terealisasi. Tapi seolah-olah di publik Rp496 trilun telah dibelanjakan dalam konteks kemarin Pilpres,” kata Irawan.

Baca juga: Ekonom Indef Pertanyakan Sumber Anggaran Program Makan Siang Gratis Prabowo

Selain itu, Anggota Komisi XI dari Fraksi PKS Anis Byarwati mencermati soal pelaksanaan program makan siang gartis yang merupakan program pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Anis menanyakan kepada Sri Mulyani sumber anggaran untuk program tersebut.

“Tentang makan siang gratis, mumpung yang lain belum ada menyinggung. Ini kan masuk anggarannya di mana Bu Menteri? Kemarin sudah di SD mana gitu, kalau uji coba ada di SD tinggal dikasih makan siang, kalau makan kan di sekolah padahal itu makannya di rumah. Ini sampai sekarang belum masuk di kepala saya. Sementara anggaran dibutuhkan sangat besar,” ujar Anis.

Kemudian, ada dari Anggota Fraksi PPP Wartiah. Dirinya meminta penjelasan dari program tersebut apakah anggarannya akan menggerus dana BOS.

“Ini jadi pertanyaan kami di daerah, tentang satu hal yaitu program makan siang gratis yang akan menggerus dana BOS, apakah isu itu benar? Karena banyak penolakan dari guru-guru, itu yang beredae di daerah kami Nusa Tenggara Barat untuk disampaikan di forum ini,” kata Wartiah

Adapun, Menkeu menjawab pertanyaan dari Anggota Fraksi soal program makan siang gratis. Bendahara negara ini menjelaskan bahwa alokasi anggaran program tersebut belum dibahas dalam APBN 2024  

Pihaknya bukan menghindar dari pertanyaan para Anggota Fraksi tentang makan siang gratis, namun dirinya tidak akan menjawab. Pasalnya, anggaran program tersebut belum ada dalam APBN 2024 bahkan dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPK) 2025.

“Bukan kami menghindar pertanyaan Bapak/Ibu tentang makan siang gratis, kami nggak akan jawab karena di APBN kita belum ada di 2024 kan tidak ada kalau ini adalah untuk pemerintahan baru Bapak Ibu juga paham siklus APBN kami dari KEMPPKF itu sudah ada postur besar belum sampai detailnya apalagi mau ambil BOS. Ya enggaklah Bu, belum,” kata Menkeu.

Baca juga: Pemilu 2024 Usai, Jokowi Pastikan Bansos Beras Gratis Lanjut Terus

Sri Mulyani pun menjelaskan bahwa pada rapat pembahasan KEM-PPKF fokus untuk membahas kerangka ekonomi makro dalam rangka transisi pemerintahan selanjutnya.

“Kalau ada yang menyampaikan oh tadi kita ngomongin setahu saya enggak pak yang (KEM-PPKF) kita belum ngomongin (program makan siang gratis), boro-boro ngomongin, belanja K/L postur saja masih dalam bentuk range pak, itu pun masih pembahasan sangat awal,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

4 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

4 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

5 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

5 hours ago

Rosan: Ekonomi Syariah Jadi Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Tensi Geopolitik

Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More

5 hours ago

Ma’ruf Amin Optimistis Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Mampu Tembus 50 Persen

Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More

7 hours ago