Inisiatif pengunduran diri pun seolah menjadi salah satu langkah tepat buat para pemimpin perusahaan tersebut di atas, karena pemegang saham sepertinya sudah kehilangan trust dan akan mengganti dengan sosok yang baru.
Sebab pemegang saham punya kepentingan supaya perusahaan bisa memiliki kinerja atau hasil yang baik dengan memberi kepercayaan kepada CEO yang baru.
Baca juga: Duh, Masyarakat Kelas Menengah-Atas Mulai Irit
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menyayangkan keputusan para CEO yang terburu-buru mengundurkan diri atau resign. “Sebenarnya mundurnya pemimpin bank (perusahaan) bukan hal yang baik karena mencerminkan (persepsi) kinerja perusahaan secara keseluruhan memburuk,” tuturnya kepada Infobank.
Selain itu, lanjutnya, kondisi mundurnya direksi juga membuat moral para karyawan turun. Menurut Bhima, ada baiknya para direksi mengkomunikasikan permasalahan yang ada kepada para investor melalui RUPSLB. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More