Inisiatif pengunduran diri pun seolah menjadi salah satu langkah tepat buat para pemimpin perusahaan tersebut di atas, karena pemegang saham sepertinya sudah kehilangan trust dan akan mengganti dengan sosok yang baru.
Sebab pemegang saham punya kepentingan supaya perusahaan bisa memiliki kinerja atau hasil yang baik dengan memberi kepercayaan kepada CEO yang baru.
Baca juga: Duh, Masyarakat Kelas Menengah-Atas Mulai Irit
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menyayangkan keputusan para CEO yang terburu-buru mengundurkan diri atau resign. “Sebenarnya mundurnya pemimpin bank (perusahaan) bukan hal yang baik karena mencerminkan (persepsi) kinerja perusahaan secara keseluruhan memburuk,” tuturnya kepada Infobank.
Selain itu, lanjutnya, kondisi mundurnya direksi juga membuat moral para karyawan turun. Menurut Bhima, ada baiknya para direksi mengkomunikasikan permasalahan yang ada kepada para investor melalui RUPSLB. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More