Perbankan

Dirut BPR Kanti Singgung Dana Rp200 T di Bank Himbara: Jangan Sampai Jadi Kanibalisasi

Poin Penting

  • Dirut BPR Kanti menilai kebijakan penempatan dana Rp200 triliun ke Himbara berpotensi melemahkan BPR dan lembaga keuangan rakyat.
  • Dana tersebut bersumber dari anggaran pemerintah yang belum dibelanjakan, bukan dana darurat.
  • Pemerintah ingin meningkatkan likuiditas dan mendorong kredit ke sektor riil lewat kebijakan ini.

Denpasar – Direktur Utama PT BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti), Made Arya Amitaba, menyampaikan kekhawatirannya terkait kebijakan pemerintah yang menempatkan dana sebesar Rp200 triliun ke bank-bank milik negara (Himbara). Ia khawatiir, kebijakan ini berpotensi melemahkan lembaga keuangan kecil seperti Bank Perekonomian Rakyat (BPR), koperasi, dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD).

“Kebijakan ini jangan sampai menjadi kanibalisasi bagi lembaga keuangan kecil seperti BPR, koperasi, dan LPD,” katanya belum lama ini.

Amitaba menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam acara BPR Kanti bertajuk “Stakeholder Gathering 2025–Implementasi Community Bank Memperkuat Perekonomian Daerah”, Rabu, 1 Oktober 2025. Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-36 BPR Kanti.

Baca juga: Rayakan HUT ke-36, BPR Kanti Perkuat Community Bank dan Apresiasi Nasabah

Lebih lanjut Amitaba menuturkan, alokasi dana jumbo tersebut seharusnya diarahkan untuk memperkuat, bukan melemahkan, lembaga keuangan rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

“Program ini harus dipastikan tidak melemahkan, tetapi justru menguatkan lembaga keuangan rakyat,” sambungnya.

Baca juga: JTrust Bank Berharap Dana Segar Rp200 Triliun Bisa Ditempatkan di Bank Swasta

Suntikan Dana Rp200 T ke Bank Himbara

Seperti diketahui, pemerintah telah menyalurkan dana Rp200 triliun ke lima bank Himbara. Bank-bank itu adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dalam pernyataan pers di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat, 12 September 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merinci alokasi dana tersebut. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun, sementara BTN mendapatkan Rp25 triliun dan BSI Rp10 triliun.

“Jadi saya pastikan dana yang Rp200 triliun dikirim masuk ke sistem perbankan hari ini,” kata Menkeu Purbaya saat itu.

Baca juga: Menkeu Purbaya Cairkan Rp200 Triliun ke 5 Bank Himbara, Ini Rincian Besarannya

Purbaya menjelaskan bahwa dana tersebut bukan bersumber dari cadangan darurat, melainkan berasal dari anggaran pemerintah yang sebelumnya belum dibelanjakan dan disimpan di bank sentral. Kini, dengan penempatan di bank komersial, dana itu diharapkan bisa digunakan untuk penyaluran kredit ke sektor riil.

Tujuan utama kebijakan ini, menurutnya, adalah untuk meningkatkan likuiditas di sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan likuiditas yang meningkat, bank tidak punya alasan menahan kredit. Kita ingin pertumbuhan ekonomi bergerak lebih cepat,” ujar Purbaya menegaskan. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

2 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago