Keuangan

Dirut Askrindo Priyastomo Boyong Penghargaan Top 100 CEO 2022 dari Infobank

Jakarta— PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) tercatat menunjukkan kinerja yang keuangan yang baik pada tahun ini. Tercatat, pada semester I/2022, premi asuransi kredit atau penjaminan perseroan mencapai Rp2,64 triliun.

Sepanjang Januari hingga Mei 2022, Askrindo berhasil merealisasikan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp62,6 triliun. Penjaminan KUR senilai Rp62,6 triliun tersebut disalurkan kepada lebih dari 1,3 juta debitur UMKM. Hingga kini, portofolio Askrindo sebesar Rp2,09 triliun berasal dari penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sejak 2020 hingga 2021 Askrindo telah merealisasikan penjaminan kredit modal kerja (KMK) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp20,9 triliun dengan jumlah UMKM sebanyak 34.005 debitur.

Keberhasilan perusahaan untuk tetap stabil dan bertumbuh tidak terlepas dari kepiawaian Direktur Utama Askrindo Priyastomo. Sebelum ditunjuk menjadi pemimpin di Askrindo, sosok Priyastomo pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada 2019 hingga 2021.

Pria kelahiran Surabaya ini meraih gelar sarjana Peternakan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan pascasarjana Manajemen Internasional di universitas yang sama.

Priyastomo mampu membawa Askrindo berlari cepat usai pandemi Covid-19 menghantam bisnis jasa keuangan.

Berkat kemampuannya, Priyastomo berhasil mengantongi penghargaan Top 100 CEO 2022 dari Majalah Infobank di Pullman Hotel Jakarta, pada Rabu, 23 November 2022.

Capaian yang ia torehkan tercermin dari kinerja laba bersih tahun berjalan yang mencapai Rp919 miliar pada 2021. Angka ini melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp603 miliar.

Berdasarkan catatan Infobank, sepanjang 2021 Askrindo berhasil meraup pendapatan premi bersih mencapai Rp11,87 triliun. Premi bersih ini meningkat tajam sebesar 34,62% dibandingkan 2020 sebesar Rp8,82 triliun.

Di segi total aset, perusahaan yang berada di bawah naungan holding Indonesia Financial Group (IFG) ini memiliki aset senilai Rp35 triliun pada 2021, atau meningkat sebesar 17,8% dibandingkan 2020 yang hanya sebesar Rp30,1 triliun. (*) Ranu Arasyki

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

3 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

9 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

9 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

11 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

21 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

21 hours ago