Jakarta–Perbankan kian getol membidik masyarakat unbankable lewat digitalisasi perbankan. Teknologi digital memang telah mengubah cara nasabah bertransaksi, terlebih di industri keuangan. Para nasabah kini lebih cenderung memilih produk serta layanan perbankan berbasis daring, karena lebih mudah dan cepat dalam bertransaksi.
Kondisi ini tentunya harus diantisipasi sektor perbankan, karena jika tidak perbankan berpotensi ditinggalkan oleh nasabahnya. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh perbankan dalam menghadapi situasi ini, maka Bank harus mendorong digitalisasi perbankan, yakni dengan membangun ekosistem digital perbankan atau Fintech.
Diharapkan dengan adanya digitalisasi perbankan, masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan perbankan (unbankable) dapat terjangkau dan mendapatkan pembiayaan dari perbankan. Sehingga, ke depannya akan mendorong tingkat inklusi keuangan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More