“Digitalisasi transformation membuka kemungkinan-kemungkinan baru yaitu menjangkau calon-calon nasabah yang mungkin unbankable,” ujar CEO Compnet Group, Irawan Purwono, dalam forum yang diselenggarakan Infobank bekerja sama dengan Compnet, di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016.
Penggunaan infrastruktur teknologi informasi yang tepat akan membantu perbankan untuk mengoptimalkan produktivitasnya serta fokus dalam memenuhi pergeseran kebutuhan nasabah di tengah dunia digital yang kian meningkat. Menurutnya, perbankan harus mampu menghadapi perubahan digitalisasi.
“Kita saat ini sedang menghadapai digitalisasi transformation. Perubahan bisnis oleh perubahan digital. Antara lain adalah sektor perbankan. Salah satu penerapan di perbankan adalah digital banking untuk cost efisiensi. Saya harapkan, bank-bank bisa masuk era digitalisasi ini,” ucapnya. (*)
(Baca juga: Ini Pokok-pokok Pengaturan Digital Banking Oleh OJK)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More