“Digitalisasi bukan pilihan melainkan keharusan bagi bank. Semua harus terhubung dengan digitial channel. Konsumen saat ini juta mencari kemudahan dalam bertransaksi,” ucap Jahja.
Di tempat yang sama, Ketua Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, bahwa transformasi digital bukanlah pilihan bagi bank tapi suatu keniscayaan. Sehingga bank harus bisa mengikuti perkembangan zaman yang serba digital ini. “Bank harus bisa berubah peran ibarat perusahaan IT (Informasi Teknologi) tapi dengan izin perbankan,” paparnya.
Baca juga: IBEX 2017 Diharap Jadi Momentum Transformasi Digital Perbankan
Dia menjelaskan, ada tiga manfaat bagi bank yang telah menerapkan digitalisasi perbankan. Pertama, payment system, di mana para nasabah akan mendapatkan layanan yang lebih cepat, akses yang lebih mudah ketimbang harus ke kantor cabang.
“Kedua, cost perbankan yang lebih efisiensi. Bank akan beralih ke low cost channel, economies of scale. Ketiga, yakni new market. Memanfaatkan data transaksi payment melalui data analytics, untuk cross selling loan product,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More