Digital Banking Bawa Industri Perbankan dan Keuangan ke Masa Golden Age

Digital Banking Bawa Industri Perbankan dan Keuangan ke Masa Golden Age

Perbankan
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Bisnis perbankan dan keuangan sudah memasuki ke dalam masa keemasan (golden age) dengan masifnya pertumbuhan bank digital maupun teknologi keuangan. Digitalisasi memiliki energi yang luar biasa untuk mengubah kehidupan sosial di masyarakat, apalagi untuk milenial yang lebih memahami dunia digital dibandingkan golongan masyarakat lainnya.

Hal ini diungkapkan oleh Indra Utoyo, President Director Allo Bank Indonesia dalam acara Infobank – Temenos Regional Forum 2022, di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa, 20 September 2022. Ia berpendapat, transformasi perbankan ke dalam dunia digital berada pada kecepatan dan kolaborasi yang menjadi sangat esensial untuk menemukan kesepahaman nilai dengan nasabah.

“Ke depan ini, bukan siapa yang kuat yang dinilai tetapi siapa yang bisa memiliki kolaborasi yang terbaik. Kita lihat industri keuangan ini sudah sanagat berubah. Tahun 2020 dan 2021, sudah terlihat nasabah yang melakukan pembayaran melalui e-wallet sudah bertumbuh apalagi saat covid-19,” ujar Indra.

Indra juga menilai bahwa bank yang masih menggunakan close system sudah tidak dapat survie di tengah industri digital yang berkembang, karena nasabah yang lebih dinamis membawa perbankan untuk pindah dari paradigma product sentric ke cutomer focus yang membawa bank ke dalam open system.

“Bank harus membuka diri untuk menyusun kolaborasi dengan partner-partner baru. Sekarang banyak, bank masuk ke fintech dan e-commerce yang menempatkan customer sebagai pusatnya. Bank konvensional juga sudah banyak yang bertransform menjadi hybrid bank karena memanfaatkan kekuatan physical network yang ada kemudian bisa membangun habit digital,” tambahnya.

Baca juga: Perkembangan Digital Banking, Percepat Penetrasi Perbankan ke Market

Selain itu, Indra mengungkapkan, terdapat lima kunci tren pasar perbankan di masa depan, yaitu komoditisasi fungsi bisnis, komposisi yang mengadopsi cloud sebagai salah satu teknologinya dan membangun ekosistem, dan standarisasi arsitektur provider di dalam produk yang dihadirkan.

“Kita harus semakin hiper customize, untuk menjangkau customer dengan inovasi yang mampu mewarnai ekosistem digital banking tumbuh lebih cerdas lagi,” pungkasnya. (*) Fatin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]