Gedung BPKH. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Di tengah dinamika ekonomi global, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat pengelolaan dana haji yang tetap solid. Hingga akhir 2025, total aset BPKH mencapai Rp238,99 triliun atau tumbuh sekitar 8,12 persen dibandingkan Rp221,05 triliun pada 2024.
“Pertumbuhan aset konsolidasi BPKH tahun 2025 ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana haji tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Kami berkomitmen menjaga amanah jemaah melalui pengelolaan yang prudent, transparan, serta memastikan dana haji memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah haji Indonesia,” ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, Kamis, 12 Maret 2026.
Fadlul menambahkan, peningkatan aset pun ditopang penguatan portofolio investasi dan penempatan dana jemaah haji di berbagai instrumen syariah yang aman dan produktif.
Pada 2025, aset investasi dan penempatan dana jemaah mencapai Rp169,31 triliun atau naik dari tahun 2024 yang sebesar Rp160,54 triliun.
Baca juga: BPKH Raih Skor 95,69 dalam Penyelesaian Rekomendasi BPK
Lebih lanjut, sepanjang 2025, BPKH juga mencatat pendapatan nilai manfaat Dana Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) bersih Rp11,48 triliun, atau meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp11,24 triliun.
“Nilai manfaat tersebut menjadi salah satu sumber penting untuk mendukung keberlanjutan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Keuangan dan Akuntansi, Amri Yusuf menegaskan BPKH terus memperkuat tata kelola dan strategi investasi agar dana haji dikelola secara aman, produktif, dan sesuai prinsip syariah.
Baca juga: BPKH Akui Masih Hadapi Kendala Investasi Emas dalam Pengelolaan Dana Haji
Selain pengelolaan investasi, BPKH juga terus mendorong pemanfaatan Dana Abadi Umat (DAU) melalui berbagai program kemaslahatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Ke depan, BPKH menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja investasi, serta memastikan pengelolaan dana haji dilakukan secara transparan dan akuntabel demi memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah haji Indonesia,” ujar Amri, Kamis, 12 Maret 2026. (*) Ayu Utami
Poin Penting Total zakat BSI mencapai Rp1,07 triliun dalam periode 2021 hingga 2025 dengan tren… Read More
Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More
Poin Penting Alfamart menghadirkan inovasi micro cinema pertama di gerai Gading Serpong bekerja sama dengan… Read More
Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More
Poin Penting Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk mempererat hubungan bilateral… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur call center gratis di Livin’ by Mandiri yang bisa… Read More